Jawa

Praktik Politik Uang Bisa Hilang Tapi Perlu Kesadaran Masyarakat

Meski ada yang hanya memikirkan materi saja, tetapi sebagian masyarakat lainnya masih melihat profil calon seutuhnya tanpa terjebak materialisme.

Praktik Politik Uang Bisa Hilang Tapi Perlu Kesadaran Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Acara pendidikan pemilih bersama stakeholder oleh KPU Kota Magelang, di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (6/2/2019). Peserta berasal dari elemen pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pengusaha, dan tokoh masyarakat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Praktik politik uang pada saat pelaksanaan pemilihan umum masih subur terjadi, satu di antaranya disebabkan sebagian masyarakat yang masih kurang melek pendidikan politik.

Mereka lebih berorientasi kepada materi, sehingga mau saja memilih calon tertentu ketika diberikan uang.

"Sebagian masyarakat kita ini masih berorientasi dengan hal yang bersifat material. Ada sebagian yang kurang melek akan buruknya praktik politik uang. Mereka cenderung berpikir apatis, dan menerima politik uang untuk memilih," ujar Nur Hidayat Sardini, mantan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu 2012-2017, Ketua Bawaslu RI 2008-2011, dalam acara pendidikan pemilih bersama stakeholder oleh KPU Kota Magelang, di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (6/2/2019).

Hidayat mengatakan, meski ada yang hanya memikirkan materi saja, tetapi sebagian lainnya masih melihat profil calon seutuhnya tanpa terjebak materialisme.

Masyarakat yang masih mempertimbangkan visi misi serta program calon legislatif atau capres cawapres.

Baca: Mie Setan dan Iblis Hidangan Mie Super Pedas di Yogyakarta

Ia mengatakan segenap masyarakat yang masih terjebak materialisme ini perlu memikirkan lagi untuk tidak menerima politik uang.

Mereka harus disadarkan, untuk menolak praktik kotor tersebut, dan melihat lagi para calon yang akan dipilih dari visi misi dan programnya.

"Dibanyak tempat orang berpikir cerdas, mereka melihat profiling para calon, tanpa terjebak materialisme, masih mempertimbangkan sangat besar visi misi dan program. Masyarakat lainnya memang harus kita sadarkan akan dampak buruknya politik uang," ujarnya.

Kesalahan tidak semuanya tertuang pada pemilih yang kurang melek, tetapi juga kepada para peserta pemilu yang akan dipilih.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved