Kendaraan yang Rusak Terbakar Akibat Tindak Kejahatan Bisa Diklaimkan ke Asuransi

Kendaraan yang Rusak Terbakar Akibat Tindak Kejahatan Bisa Diklaimkan ke Asuransi

Kendaraan yang Rusak Terbakar Akibat Tindak Kejahatan Bisa Diklaimkan ke Asuransi
Tribun Jateng/ Muh Radlis
Dugaan pembakaran mobil oleh orang tak dikenal kembali terjadi. Kali ini mobil Daihatsu Ayla warna putih di Jalan Ciliwung, Mlatiharjo, Semarang Timur, Kota Semarang, menjadi sasarannya, Kamis (31/1/2019) dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM - Maraknya aksi pembakaran belasan mobil dan motor yang terjadi belakangan ini di Jawa Tengah masih menyimpan misteri bagi berbagai pihak.

Dalam sebulan terakhir, kasus pembakaran kendaraan telah terjadi di tiga yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.

Bahkan hingga awal Februari, sedikitnya ada 26 kendaraan bermotor yang diduga dibakar oknum misterius sehingga menimbulkan keresahan warga.

Bagi para pemilik kendaraan, aksi tersebut jelas menimbulkan kerugian. Untuk memperbaiki kendaraan akibat kebakaran tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Belum lagi lamanya waktu untuk mengumpulkan uang agar semuanya kembali seperti sedia kala. Dalam hal ini, asuransi hadir dengan tawaran penggantian atas kerugian yang mesti ditanggung.

Baca: Investree Kembali dengan Penawaran Sukuk Seri ST-003

VP Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto menjelaskan, pada dasarnya risiko kendaraan yang terbakar bisa ditanggung oleh pihak asuransi.

Bila penyebab kebakaran adalah karena perbuatan jahat, maka sepenuhnya akan ditanggung oleh asuransi.

Hal tersebut tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 1 ayat 1.2 mengenai perbuatan jahat.

Dalam ketentuan polis menyebut, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 (dua belas) orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

“Tapi kalau penyebabnya termasuk dalam huru-hara atau terorisme, maka itu di luar ketentuan polis dan tidak diganti asuransi. Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab,” jelas Iwan Rabu (6/2/2019). (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved