Kesehatan

Selama 2018, 1.223 Warga di DIY Idap Kanker Ganas, Kanker Payudara Tempati Urutan Teratas

Selama 2018, 1.223 Warga di DIY Idap Kanker Ganas, Kanker Payudara Tempati Urutan Teratas

Selama 2018, 1.223 Warga di DIY Idap Kanker Ganas,  Kanker Payudara Tempati Urutan Teratas
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Hyatt People bersama dengan Eka, pimpinan YKAKJ dalam aksi dukungan terhadap pejuang kanker, bertajuk "Berani Gundul", yang diadakan Minggu (3/2/2019), di Jogja City Mall. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Sedikitnya 1.223 orang di DIY mengidap kanker ganas  pada tahun 2018. Kanker payudara menempati urutan teratas dalam jumlah penderita. Masyarakat diminta untuk cek kesehatan rutin dan mengelola stres.

Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaning Astutie menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya pada tahun 2018 kanker atau neoplasma ganas mencapai angka kasus 1.223.

Rinciannya, untuk neoplasma ganas serviks uteri mencapai 224 kasus, neoplasma ganas hati dan saluran intrahepatik mencapai 159 kasus. Selain itu neoplasma ganas bronkhus dan paru-paru sebanyak 214 kasus.

“Untuk kasus dengan angka paling tinggi yakni neoplasma ganas payudara sebanyak 626 kasus,” ujarnya, Senin (4/2/2019).

Data tersebut, ujarnya, berdasarkan data kasus rawat inap di rumah sakit DIY periode Januari-Oktober tahun 2018. Untuk bulan Januari hingga awal Februari tahun ini, pihaknya belum mendapatkan laporan data yang masuk mengenai penyakit ini.

“Belum ada laporan masuk,” jelasnya.

Baca: Kasus Kanker di DIY Cukup Tinggi, Didominasi Kanker Payudara dan Serviks

Pihak Dinkes pun rutin melakukan deteksi secara dini terus digalakkan melalui Puskesmas-Puskesmas yang ditunjuk.

Data deteksi dini pada 2016, ada 10.430 orang yang memeriksakan, terutama untuk kanker payudara dan leher rahim. Jumlah kondisi normal setelah pemeriksaan untuk kanker payudara berjumlah 5789 dan kanker serviks berjumlah 2183.

Pembayun mengatakan setiap orang memiliki potensi kanker karena adanya sel kanker di dalam tubuh, namun tergantung bisa menjadi kanker ganas tergantung dengan pemicunya. Pemicunya diantaranya makanan yang berbahaya, bahan makanan tambahan, pemanis yang melebihi kadar dan sebagainya. Termasuk juga udara.

“Ada istilahnya yang disebut antioksidan. Jadi oksidan yang memicu sel kanker itu banyak. Sehingga anti oksidan perlu untuk tubuh dan antioksidan yang banyak ada di sayuran dan tumbuhan," urainya.

Masyarakat pun diminta untuk melakukan cek kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres. (tribunjogja)
 

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved