IBL 2018/2019 Seri VI : Bima Perkasa Jogja Sempurna di Surabaya

Kemenangan ini menyempurnakan raihan David Seagers dan kawan-kawan di seri Surabaya

IBL 2018/2019 Seri VI : Bima Perkasa Jogja Sempurna di Surabaya
Media Official Bima Perkasa Jogja
Legiun asing Bima Perkasa Jogja, David Seagers kala tampil kontra NSH Jakarta di GOR Pacific Surabaya, Sabtu (2/2/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim basket asal DIY, Bima Perkasa Jogja sukses sapu bersih seri ke-6 IBL 2018/2019 seusai menjinakkan perlawanan sengit NSH Jakarta 83-78 di GOR Pacific Surabaya, Sabtu (2/2/2019) lalu.

Kemenangan ini menyempurnakan raihan David Seagers dan kawan-kawan di seri Surabaya, seusai sehari sebelumnya mengalahkan Satya Wacana Salatiga.

Dua kemenangan di Surabaya, membuat Bima Perkasa menduduki peringkat dua klasemen sementara Divisi Merah dengan rekor 7-6. Posisi mereka ada di bawah NSH Jakarta yang kini punya rekor 8-5.

Jalannya laga berlangsung sengit. Bahkan, BPJ sempat ditahan imbang 50-50 di akhir kuarter ketiga, sebelum akhirnya tim asuhan Raoul Miguel Hadinoto perlahan mulai menguasai permainan dan mengambil alih permainan di awal kuarter keempat.

Di sisa waktu tiga menit, Alan As'adi mencetak tripoin yang membuat Bima Perkasa unggul 68-64. Momentum inilah yang membuat Bima Perkasa bangkit karena setelah poin tersebut, NSH tidak bisa menyamakan kedudukan hingga akhir laga.

Ialah David Atkinson yang menjadi pahlawan bagi BPJ dengan mencetak 27 poin dan 10 rebound, disusul David Seagers dengan sumbangan 22 poin dan 15 rebound, Kemudian kapten tim, Yanuar Dwi Priasmoro menghasilkan 19 poin.

Sementara di tim NSH, Dashaun Wiggins mencetak 28 poin, lalu Wendha Wijaya menyumbang 12 poin, dan Hengki Infandi membuat 10 poin.

Pelatih NSH Wahyu Widayat Jati mengakui jika timnya tidak bermain dengan baik pada pertandingan Sabtu (2/2/2019) malam. Wahyu melihat, penampilan pemain lokalnya kurang agresif sehingga menyebabkan timnya gagal meraih kemenangan.

"Saya pikir NSH malam ini layak kalah. Sebab pemain tidak mengeksekusi strategi dengan baik. Kami dari tim pelatih sudah mempersiapkan dengan baik. Tapi pemain tidak mau menang," ujar Wahyu Hidayat.

"Khususnya pemain lokal tidak bisa step-up malam ini. Mungkin pemain merasa bahwa pertandingan lebih mudah. Ini akibat kemenangan dengan tim yang lebih besar dari meraka," imbuhnya.

Sementara Kapten tim BPJ Yanuar Dwi Priasmoro mengakui jika timnya sejatinya tidak bermain optimal. Sebab, Yanuar dan kawan-kawan membuat 24 turn over, BPJ hanya unggul dalam fast-break dengan mencetak 22 poin.

"Setelah kami bermain lebih sabar, maka kami bisa mengambil laga ini," pungkas Yanuar. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved