Jawa

Alami Peristiwa Aneh, Pelukis Babad Diponegoro Ini Tiba-tiba Didatangi Kijang

Saat di komplek eks Karesidenan Kedu di Magelang inilah, ia mengalami peristiwa spiritual yang baginya sulit dicerna akal sehat.

Alami Peristiwa Aneh, Pelukis Babad Diponegoro Ini Tiba-tiba Didatangi Kijang
DOK PRIBADI SETYO PRIYO
Pelukis Setyo Priyo Nugroho dan rekannya, Mumu Lemu, berpose di depan lukisan karyanya. Wajah keduanya muncul dalam lukisan di belakangnya lewat sosok abdi dalem. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Karya lukis Setyo Priyo Nugroho tentang sepotong kisah gerilya Pangeran Diponegoro di sekitar Bagelen, Purworejo, ini terasa kuat mencekam.  

Diponegoro duduk di batu besar, mengenakan jubah dan sorban serba putih.

Matanya sangat awas memperhatikan hewan buas di hadapannya.

Wajahnya tampak tenang, setenang usahanya menenteramkan abdi dalemnya, Banteng Wareng dan Joyosutro.

Kedua abdi dalem itu tampak ketakutan di belakang sang pangeran.

Joyosuroto menggenggam tombak kalacakra, sementara Banteng Wareng berjongkok di kiri belakang Diponegoro.

Tangan kanan Diponegoro menahan tangan Joyosuroto, yang seolah hendak melemparkan tombak ke arah harimau besar yang melintas di depan mereka.

Seekor kijang betina merapat ke arah tiga orang itu, tak kalah jirihnya.

Demikianlah, adegan mencekam yang terjadi di hutan Wanalarban, ditulis dalam Pupuh XXXIX (Pucung) Babad Diponegoro oleh Pangeran Diponegoro yang bernama kecil Raden Mustahar.

Lukisan berjudul “Tepeng” berukuran 1150x200 cm itu dipajang di lantai dua Jogja Gallery, bagian dari Pameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved