Kesehatan

Pakar DBD Sebut Siklus Bergeser ke Dewasa

Pakar DBD, Prof Dr. dr Sutaryo menjelaskan, siklus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dimungkinkan akan bergeser dari anak-anak ke usia dewasa

Pakar DBD Sebut Siklus Bergeser ke Dewasa
net
dbd_1101 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM -  Pakar DBD, Prof Dr. dr Sutaryo menjelaskan, siklus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dimungkinkan akan bergeser dari anak-anak ke usia dewasa.

Meski demikian, tingkat kekebalan orang dewasa akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan anak-anak.

Dia mengatakan, pergeseran penderita DBD ini bisa dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, populasi nyamuk aedes aegypti sudah ada sejak tahun 1968 dan hampir 21 tahun ada di Yogyakarta.

“Jika pada tahun 1970 sampai tahun 2000an penderitanya adalah anak-anak, namun sekarang siklusnya bergeser. Bisa kena orang-orang dewasa, anak-anak yang belum terpapar atau ibunya. Anak-anak DIY sekarang lebih kebal pada DBD,” jelasnya.

Baca: Hingga Pekan Ketiga Januari Ada 77 Kasus DBD di DIY, Dinas Kesehatan Belum Tetapkan KLB

Hanya saja, ujar dia, tingkat imunitas tubuh orang dewasa dengan anak-anak akan berbeda. Meskipun tingkat keparahannya sama. “Jika sampai syok tidak seberat pada anak-anak. Tetapi harus diwaspadai,” ulasnya.

Diakuinya pola penyakit DBD di seluruh dunia sama. Namun untuk jenis virus Dengue di Indonesia  lebih banyak tipe Dengue 2 dan Dengue 3. Dari hasil penelitian di Indonesia yang paling berbahaya Dengue 3, karena paling banyak shock dan bisa mengakibatkan kematian.

Sementara itu di Thailand lebih banyak Dengue 2 dan di Karibia ada Dengue 1,2 dan 3. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved