Bisnis

Target Jadi Destinasi Wisata Unggulan se-Asean pada 2025, Dispar DIY Tetapkan Tujuh Zona Prioritas

Tahun ini, Dispar DIY menargetkan mampu menorehkan sebanyak 2 juta kunjungan wisman melalui serangkaian acara dan kegiatan yang dilakukan.

Target Jadi Destinasi Wisata Unggulan se-Asean pada 2025, Dispar DIY Tetapkan Tujuh Zona Prioritas
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kasie Pengelolaan Informasi Pariwisata Bidang Pemasaran Dispar DIY, Sanida memberikan keterangan kepada wartawan usai diskusi bertajuk 'Akselerasi Pencapaian Target Wisman dan Smart Destination' Kamis (31/1/2019) di Pusat Studi Pariwisata UGM. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Industri pariwisata DIY terus berbenah dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas kunjungan wisatawan ke wilayah setempat.

Lewat ditetapkannya Keputusan Gubernur (Kepgub) DIY Nomor 193/KEP/2017 tentang Kebijakan Strategis dan Pengembangan Kepariwisataan DIY 2018-2025, telah dipetakan tujuh destinasi prioritas yang digunakan untuk mencapai daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara.

Adapun ketujuh destinasi itu meliputi, kawasan Kraton-Malioboro dan sekitarnya, Prambanan-Ratu Boko, Kawasan Lereng Merapi, Karst Gunungsewu, Parangtritis-Depok-Kiwaru, Pegunungan Menoreh, serta kawasan Kasongan-Tembi-Wukirsari.

Baca: Dunia Pariwisata DIY Siap Sambut NYIA

Kasie Pengelolaan Informasi Pariwisata Bidang Pemasaran Dispar DIY, Sanida mengatakan, Kepgub tersebut menjadi pedoman bagi pihaknya yang juga telah mengeluarkan terjemahan operasional roadmap pariwisata 2019-2025 sebagai pedoman teknis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke wilayah setempat.

Tahun ini, Dispar DIY menargetkan mampu menorehkan sebanyak 2 juta kunjungan wisman melalui serangkaian acara dan kegiatan yang dilakukan.

Target wisman tersebut yakni berupa kunjungan dari para wisatawan Belanda, Jepang, Prancis, Jerman, dan Asean.

"Langkah ini bukan semata-mata ingin menepikan wisatawan nusantara, tapi fokus pada Kepgub tersebut memang mengarah pada kunjungan wisman. Karena kunjungan dari wisatawan nusantara itu sudah lebih dari yang ditargetkan," kata dia dalam diskusi 'Akselerasi Pencapaian Target Wisman dan Smart Destination' Kamis (31/1/2019) di Pusat Studi Pariwisata UGM.

Baca: Dinas Pariwisata Optimis Sleman Tembus 8 Juta Kunjungan

Ia melanjutkan, penetapan tujuh zona prioritas tersebut juga mengacu pada sejumlah kajian yang melibatkan para stakeholder industri pariwisata, dan diharapkan bisa menjadi daya tarik siap jual bagi para wisman yang menjadi sasaran pasar.

Kepala Pusat Studi Pariwisata UGM, Djanianton Damanik menerangkan, industri pariwisata nasional khususnya DIY masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam mewujudkan akselerasi kunjungan wisman.

Salah satu yang dipandangnya penting adalah mengenai kualitas dari destinasi wisata.

Menurutnya dengan peningkatan kualitas, hal itu akan turut pula beriringan dengan bertambahnya kunjungan para wisatawan terkhusus wisman.

"Dengan kualitas destinasi wisata yang terukur dan punya manajemen yang baik maka daya saing pariwisata DIY diantara destinasi lain bisa menjadi pilihan bagi para wisman," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved