Bisnis

UNESCO dan Citi Indonesia Berikan Pendampingan Kepada 200 Wirausaha Muda

UNESCO Office Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at

UNESCO dan Citi Indonesia Berikan Pendampingan Kepada 200 Wirausaha Muda
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
UNESCO Office Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Sites. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UNESCO Office Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Sites.

Program yang didanai oleh Citi Foundation ini mendukung 400 wirausaha muda untuk mendapatkan manfaat dari situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata di indonesia, terutama kawasan Danau Toba, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kota Tua Jakarta.

Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pelestarian dan pengenalan nilai-nilai situs tersebut. 

Salah satu langkah awal dari program pendampingan ini adalah penyelenggaraan rangkaian Iima boot comp untuk 200 anak muda dari Yogyakarta, Klaten, dan Magelang, termasuk di antaranya para anak muda dari kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Baca: UNESCO Pilihan 10 Usahawan Muda

Tercatat sembilan sektor industri kreatif tergabung dalam boot camp ini, mulai dari tata busana, kerajinan tangan, tata boga, pariwisata, audio- visual, seni, desain interior, arsitektur, periklanan, hingga pengembangan game.  

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para anak muda yang tinggal di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata prioritas di indonesia.

Sehingga mereka pun dapat berkontribusi pada kondisi ekonomi setempat.

"Melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan, para peserta akan mendapatkan pendampingan keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial, serta sumber daya Iain yang dapat membantu mengarahkan mereka menuju sukses," ujarnya pada Rabu (30/1/2019) malam.

Rangkaian kegiatan boot camp ini diadakan di Yogyakarta dan Kawasan Borobudur selama bulan Januari 2019 dengan menghadirkan para pakar dan praktisi di bidangnya masing-masing.

Baca: Inilah 10 Pemuda Penerima Penghargaan UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia

Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial sesi pengenalan nilai-nilai budaya dan pentingnya melestarikan warisan budaya.

Tidak hanya itu, sesi mengerni pemasaran melalui media sosial menggunakan teknik-teknik bercerita juga diberikan kepada peserta.

Director and Representative of UNESCO Office Jakarta, Prof Dr Shahbaz Khan menambahkan, industri kreatif indonesia sedang mengalami pertumbuhan pesat dan diharapkan dapat menjadi penggerak roda ekonomi baru.

"Oleh karenanya, wirausaha muda di sektor kreatif memiliki peluang untuk menciptakan perubahan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan, serta membawa nafas segar pada pelestarian warisan budaya indonesia," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved