Kota Magelang

Adipura Diboyong Kembali, Wali Kota Magelang: Mulai Sekarang Kurangi Sampah Plastik

Masyarakat menyambut gembira anugerah Adipura yang menjadi penghargaan ke-10 yang diraih oleh Kota Sejuta Bunga.

Adipura Diboyong Kembali, Wali Kota Magelang: Mulai Sekarang Kurangi Sampah Plastik
IST
Penghargaan Adipura yang dikirab di sepanjang Kota Magelang, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Anugerah Piala Adipura kebanggaan Kota Magelang dikirab keliling kota.

Masyarakat menyambut gembira anugerah Adipura yang menjadi penghargaan ke-10 yang diraih oleh Kota Sejuta Bunga.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito pun mengajak masyarakat agar turut serta menjaga lingkungan, sehingga penghargaan prestisius ini terus bersemayam di Kota Magelang tercinta.

Ia juga akan merumuskan kebijakan pengurangan sampah plastik di Kota Magelang, sehingga nantinya Kota Magelang dapat terbebas dari sampah plastik atau zero sampah plastik.

Baca: Kota Magelang Kembali Raih Adipura di Tahun 2019

"Ini semua merupakan wujud komitmen kita dalam mengelola sampah dan kebersihan lingkungan, sehingga kita kembali meraih Adipura. Kita mesti berbangga. Kami ajak kembali masyarakat untuk dapat terus mempertahankan penghargaan ini. Jaga kebersihan, lestarikan lingkungan, dan kurangi sampah plastik," ungkap Sigit, Rabu (30/1/2019) di sela kirab Anugerah Adipura.

Sigit mengatakan, pengurangan sampah plastik ini bisa dimulai dengan masyarakat berbelanja menggunakan tas sendiri, tanpa membeli tas kresek di toko-toko.

Selain itu, pengelolaan sampah diterapkan dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau menggunakan kembali, mengurangi, dan mengolah kembali/daur ulang.

Selain itu, ada juga bank sampah di setiap kelurahan, serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang fungsinya mengolah sampah agar menjadi lebih efektif.

"Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dengan tidak membeli di toko-toko. Ketika berbelanja juga menggunakan tas tersendiri, bukan tas kresek. Karena seperti yang kita ketahui, sampah plastik itu mengurainya sangat sulit butuh ratusan tahun," terang Sigit.

Baca: Jelang Imlek, Umat Tridharma di Kota Magelang Lakukan Prosesi Pembersihan Rupang-rupang

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved