Kriminalitas

Pemuda 19 Tahun Jual Ponsel Hasil Curiannya Lewat Online

Pelaku mencuri belasan handphone dalam kurun waktu tiga bulan di sebuah konter di Ramai Mall.

Pemuda 19 Tahun Jual Ponsel Hasil Curiannya Lewat Online
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kapolsek Gondomanan Kompol I Nengah Lotama didampingi Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono dan Kanit Reskrim Polsek Gondomanan Iptu Bambang Dwi menunjukkan tersangka NP pemuda 19 tahun beserta barang bukti berupa handphone di Mapolsek Gondomanan Polresta Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang pemuda berinisial NP, berusia 19 tahun warga Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta ditangkap Reskrim Polsek Gondomanan karena mencuri belasan handphone dalam kurun waktu tiga bulan di sebuah konter di Ramai Mall.

Sebagian handphone hasil curian telah dijual lewat online.

"Handphone yang dicuri dijual di bawah harga melalui online. Uangnya untuk kebutuhan pribadi," kata Kapolsek Gondomanan Kompol I Nengah Lotama saat ditemui Tribunjogja.com di Mapolsek Gondomanan, Senin (28/1/2019).

Diketahui sebelumnya, NP ditangkap petugas Reskrim Polsek Gondomanan di sebuah kos di wilayah Kasihan Bantul.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Ia berurusan dengan pihak berwajib karena ulah nekatnya mencuri handphone di sebuah konter di Ramai Mall.

Kronologi kejadian bermula ketika NP yang merupakan karyawan sebuah perusahaan handphone mendapatkan tugas untuk menjaga barang jualan di sebuah konter di Ramai Mall.

NP ini statusnya bukan karyawan konter.

Hanya menjaga HP yang merupakan produk dari perusahaan tempat dia bekerja.

"Pelaku ini memiliki akses keluar masuk konter. Kesempatan ini ternyata digunakan untuk mencuri handphone. Tapi yang dia curi bukan handphone yang dia jual. Melainkan handphone dari produk lain," jelas Kompol I Nengah Lotama.

Baca: Karyawan Perusahaan Handphone Curi Belasan Ponsel di Ramai Mall

Dijelaskan Kapolsek, pencurian Handphone yang dilakukan oleh tersangka bukan hanya satu kali.

Melainkan sampai belasan kali dilakukan secara bertahap dari Bulan Oktober sampai Desember 2018.

Modus yang dilancarkan hampir sama, memanfaatkan akses sebagai karyawan perusahaan handphone untuk keluar masuk konter lalu mencuri barang.

"Dari hasil audit ada 15 handphone yang hilang. Dengan total kerugian mencapai 31 juta. Tapi tersangka hanya mengakui mengambil 12 handphone. Masih kita lakukan pengembangan," terangnya.

Saat ini tersangka NP mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Gondomanan.

Ia dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved