Gunungkidul

Terkait Keberadaan Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Gunungkidul Masih Tunggu Instruksi Pusat

Tabloid Indonesia Barokah yang telah sampai kantor pos di Gunungkidul tidak diperbolehkan untuk diedarkan ke masyarakat.

Terkait Keberadaan Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Gunungkidul Masih Tunggu Instruksi Pusat
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Kapolsek Ngawen, Kasiwon, bersama Bawaslu DIY dan Bawaslu Gunungkidul saat memeriksa Tabloid Indonesia Barokah, di Kantor Pos Ngawen, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tabloid Indonesia Barokah yang telah sampai kantor pos di Gunungkidul tidak diperbolehkan untuk diedarkan ke masyarakat.

Hal ini lntaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul masih mengkaji lebih lanjut oleh dan masih menuunggu instruksi dari Bawaslu pusat.

Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Gunungkidul Sudarmanto, mengatakan pihaknya akan selalu koordinasi dengan pihak kepolisian terkait peredaran tabloid tersebut.

Bawaslu Gunungkidul sendiri selalu mengupdate data seperti jumlah tabloid berapa dan sasaran peredaran tabloid dimana saja.

Ia mengatakan Rabu lalu setidaknya ada 1771 Tabloid Indonesia Barokah yang tidak boleh diedarkan di masyarakat.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

"Kalau sasaran kita belum merangkum semuanya, 140an desa dikirimkan tabloid itu tidak semua desa dikirimi. Tetapi sasarannya memang sebagian besar ke masjid dan musala," tuturnya pada Tribunjogja.com.

Menurutnya saat ini yang terpenting adalah tabloid tersebut jangan sampe tabloid Indonesia Barokah tidak beredar di masyarakat luas.

Sementara itu Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan saat ini tabloid Indinesia tidak bisa didistribusikan karena dapat membuat kegaduhan di masyarakat.

Baca: Bawaslu DIY Awasi Peredaran Tabloid Indonesia Barokah di Gunungkidul

"Kami masih mendalami ada pelanggaran atau tidak di dalamnya masih menunggu instruksi dari Bawaslu DIY atau yang terkait," ucapnya.

Kemarin pihaknya telah melarang perdaran tabloid tersebut di beberapa kecamatan dengan jumlah puluhan hingga ratusan tabloid.

"Di Kecamatan Playen ada 117 paket, Semanu 105 paket amplop, Rongkop 105 paket, Karangmojo 118 Paket, Girisubo 30 paket, Nglipar 92 paket, Patuk 125 paket, Tepus 67 paket, Ngawen 89 paket, Gedangsari 122 paket, Wonosari 165 paket, Tanjungsari 70 paket, Panggang 86 paket. Untuk kecamatan lainnya masih dalam pengawasan kami," tutupnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved