Kriminalitas

Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan yang Sebabkan Penonton Celebration Game Tewas

Setidaknya terdapat tujuh orang yang telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tiga diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan yang Sebabkan Penonton Celebration Game Tewas
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim Progo Sakti Polres Sleman dan Ditreskrimum Polda DIY berhasil menangkap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di Jalan Solo km 12 dan pengeroyokan di Kalasan pada 19 Januari 2019 lalu.

Dari informasi yang dikumpulkan Tribunjogja.com, setidaknya terdapat tujuh orang yang telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tiga diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto saat konferensi pers di Polres Sleman pada Jumat (25/1/2019) menjelaskan, setelah melakukan analisis di media sosial, terungkap adanya ajakan untuk menghadang penonton sesuai laga persahabatan di Stadion Maguwoharjo.

"Sebanyak tujuh orang sudah diamankan, kita sudah menetapkan tiga orang tersangka. Proses penangkapan dilakukan dengan olah TKP dan hal lain. Salah satunya kita melakukan analisis di media sosial. Dari situ terungkap siapa saja yang mengajak dan melakukan. Jejak digital tidak bisa dihapus, meskipun dihapus tetap bisa kita cari," terangnya.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menerangkan jika pada tanggal 19 Januari 2019 terdapat dua kejadian penganiayaan.

Yang pertama di Jalan Solo KM 12 dan menyebabkan korban meninggal dunia, dan yang kedua terjadi di dekat masjid di Kalasan.

"Modus melakukan pelemparan dengan batu. Mereka adalah supporter fanatik dari BM. Kemarin adalah pertandingan persahabatan, kalau tidak cepat mengatasi akan ada hal yang tidak diinginkan," terangnya

Dia menerangkan, untuk dua orang pelaku yang melakukan pelemparan di Jalan Solo pelaku berinisial RC (18) merupakan eksekutor yang melempar batu, sedangkan DN (18) bertidak sebagai pengendara motor.

Sedangkan SAK (15) merupakan pelaku yang melakukan pengeroyokan di dekat masjid wilayah Kalasan.

"Untuk SAK ini masih di bawah umur. SAK pernah melakukan perusakan. Mereka sebelumnya sudah melakukan diskusi di WA dan janjian. Untuk batu sudah mereka siapkan. Dan akan dikeluarkan pada saat berpapasan. Untuk lokasi sudah disiapkan, dari Prambanan sampai dengan bandara," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved