Jawa

Polres Magelang Tangkap Pelaku Penambang Ilegal di Magelang, Dua Ekskavator Disita

Petugas kepolisian sendiri saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap tersangka dan saksi.

Polres Magelang Tangkap Pelaku Penambang Ilegal di Magelang, Dua Ekskavator Disita
IST
Dua ekskavator yang digunakan oleh tersangka untuk melakukan aktivitas penambangan ilegal diamankan oleh Petugas Satreskrim Polres Magelang, di di Dusun Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jajaran Satreskrim Polres Magelang membekuk satu orang tersangka yang telah melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), izin pertambangan rakyat (IPR), atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Dusun Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa (22/1/2019) sore lalu.

Tersangka atas nama Reno Saputra (20), warga Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang ditangkap petugas pada Selasa (22/1/2019) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB saat tengah melakukan aktivitas penambangan tanpa izin tersebut.

"Kami menangkap satu pelaku karena telah melakukan usaha penambangan tanpa izin di Dusun Kemiren, Kecamatan Srumbung, kemarin. Kami tangkap saat mereka melakukan aktivitas tambang tersebut," ujar Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Bayu Aji H, Rabu (23/1/2019).

Baca: BREAKING NEWS : Seorang Penambang Pasir Tewas Tertimpa Tanah Longsor di Sleman

Bersama dengan tersangka, petugas kepolisian juga mengamankan dua unit kendaraan berat ekskavator merk Kobelco SK 200 warna hijau, satu buah ayakan pasir, nota, dan uang tunai sejumlah Rp 4,8 juta.

Polisi juga membawa dan memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari helper, operator ekskavator, dan warga yang menyaksikan aktivitas penambangan tersebut.

"Kami mengamankan dua kendaraan berat yang digunakan pelaku melakukan kegiatan tambang tersebut. Berikut uang tunai, dan nota. Enam orang saksi yang saat itu berada di lokasi juga kami bawa dan periksa," ujarnya.

Petugas kepolisian sendiri saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap tersangka dan saksi.

Kendaraan berat diamankan oleh petugas kepolisian.

Tersangka sendiri dinilai telah melanggar pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara.

Baca: Penambang Keberatan Rencana Pemkab Magelang yang Akan Naikan Pajak Mineral Pasir dan Batuan

Pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK, di pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

"Pelaku dinilai telah melanggar pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara karena telah melakukan usaha pertambangan tanpa memiliki izin IUP, IPR ataupun IUPK dan mengambil keuntungan dari giat pertambangan tersebut." ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved