Pendidikan

Disdik Kota Yogya Kembangkan Aplikasi E-learning

Konsep e-learning menyerupai aplikasi ruang guru. Proses belajar mengajar seperti di kelas, terdapat guru dan murid, namun tidak bertatap muka.

Disdik Kota Yogya Kembangkan Aplikasi E-learning
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengembangkan aplikasi e-learning.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Asrori mengatakan pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung e-learning.

"Sarpras sudah kami siapkan. E-learning itu memang sudah kami siapkan sejak 2018. Harapannya tahun ini bisa jalan. Kalau target awal kami bisa jalan sekitar Februari 2019," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya e learning merupakan sarana untuk pemanfaatan teknologi informasi.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Selain itu, melalui e-learning bisa menarik minat siswa untuk belajar karena berbasis teknologi, juga membantu siswa dalam belajar.

"Tentu e-learning ini merupakan pemanfaatan teknologi informasi. Harapannya dengan e-learning bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi, Siti Hidayati menjelaskan bahwa konsep e-learning menyerupai aplikasi ruang guru.

Proses belajar mengajar seperti di kelas, terdapat guru dan murid, namun tidak bertatap muka.

"Seperti di kelas, ada guru ada murid. Satu kelas itu dibatasi 10 siswa. Jadi nanti guru mengajar, siswanya ngeadd. Jadi seperti di kelas tetapi bisa diakses dari mana saja," jelasnya.

Baca: Disdik Kota Yogyakarta Terapkan e-Learning Tahun Ini

Pihaknya pun sudah menyiapkan guru, kepala sekolah, bahkan pengawas berprestasi yang nantinya akan menjadi guru atau fasilitator dalam aplikasi e-learning.

Pelatihan pun sudah dilakukan kepada guru-guru tersebut.

"Saat ini kami masih persiapan, karena kami masih harus melibatkan OPD lain yaitu Diskominfo. Kami akan presentasikan terkiat dengan e-learning ini, sudah aman atau belum, atau apa yang harus diperbaiki lagi. Kami komunikasikan dulu dengan Diskominfo," ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan Diskominfo, aplikasi akan segera diujicobakan di beberapa sekolah.

Untuk mata pelajaran, e-learning lebih fokus pada mata pelajaran yang menjadi materi ujian nasional. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved