Travel

Tak Hanya Hutan Pinus Mangunan, Bantul Juga Miliki Wisata Adrenalin Panjat Tebing "Via Ferrata"

Tak Hanya Hutan Pinus Mangunan, Bantul Juga Miliki Wisata Adrenalin Panjat Tebing "Via Ferrata"

Tak Hanya Hutan Pinus Mangunan, Bantul Juga Miliki Wisata Adrenalin Panjat Tebing
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tangga besi yang sudah ditanam di sebuah tebing di Dusun Jetis, Desa Selopamioro sebagai lokasi wisata adrenalin "Via Ferrata" 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Panjat tebing menggunakan tangga besi yang tertancap pada dinding batu atau biasa disebut "Via Ferrata" tengah dipersiapkan di Kabupaten Bantul.

Lokasi destinasi pemacu adrenalin itu berada di Bukit yang terletak di Dusun Jetis, Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri.

"Panjat tebing ini beda dari yang lain. Menggunakan keamanan. Tebingnya itu dikasih alat besi untuk memanjat. Jadi semua wisatawan bisa," kata Lurah Desa Selopamioro, Himawan, Senin (21/1/2019).

Tangga besi yang sudah ditanam di sebuah tebing di Dusun Jetis, desa Selopamioro sebagai lokasi wisata adrenalin
Tangga besi yang sudah ditanam di sebuah tebing di Dusun Jetis, desa Selopamioro sebagai lokasi wisata adrenalin "Via Ferrata" (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Dengan tehnik keamanan yang terbuat dari besi, ia berharap wisata petualangan tidak hanya dinikmati oleh kalangan profesional di bidangnya saja. Namun bisa dilakukan seluruh masyarakat, termasuk yang awam dalam dunia adventure.

Saat ini, kata Himawan penggarapan wisata via Ferrata di Bantul ini baru pada tahapan 50 persen. Sejumlah besi sudah ditanam di dinding tebing. Namun belum secara keseluruhan.

"Besi untuk naik sudah terpasang. Tapi untuk jalan turun belum. Masih baru kita set anggarannya," ujar dia.

"Insyaallah pertengahan tahun ini semoga [bisa dilaunching] sambil jalan adanya destinasi tubing di Selopamioro," imbuh dia.

Baca: Pemilik Warung yang Jual Mi Ayam Rp 2 Ribu Beri Jawaban Soal Tuduhan Netizen Pakai Ayam Tiren

Dijelaskan Himawan, wisata via Ferrata ini akan dikelola oleh Pokdarwis Selopamioro di bawah naungan BUMDes divisi wisata.

Konsep yang ditawarkan, wisatawan nantinya diajak naik ke atas bukit sekira tinggi 120 meter dengan bantuan alat besi dan pemandu.

Baca: Pencarian Alvi Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Lawu, Azan Dikumandangkan Sebelum Penyisiran

Di atas ketinggian ada beberapa tingkatan. Ada spot selfie dan ada gazebo yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat. Menghilangkan penat.

Ketika turun, wisatawan rencananya akan diarahkan ke Puja Sera [lokasi jajanan dan UMKM]. Sekaligus tempat yang dipersiapkan untuk pertunjukan dan even edukasi.

Untuk menyempurnakan wisata pemacu adrenalin ini, Himawan mengaku masih terus melakukan berbagai persiapan sebelum nantinya dilaunching. Termasuk faktor safety [keamanan] dan skill para pemandu. Kendalanya, sejauh ini menurutnya belum ada pemandu yang memiliki ketrampilan khusus di bidang itu.

"Safety saat ini belum aman. Pemandu juga belum siap. Kita akan persiapkan itu," jelasnya.

Diketahui, Via Ferrata ini adalah teknik memanjat atau mendaki tangga besi yang ditanam di dinding tebing. Di Indonesia, Via Ferrata ini sudah ada di Gunung Parang, yang terletak di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved