Percantik Lereng Gunung Tidar, Pemerintah Kota Magelang Terus Perbarui Tampilan Taman Sisi Timur

Taman lereng gunung tidar dari awal dibangun untuk memberikan penghargaan atas diraihnya Piala Adipura Kencana oleh Kota Magelang.

Percantik Lereng Gunung Tidar, Pemerintah Kota Magelang Terus Perbarui Tampilan Taman Sisi Timur
Dok Pemkot Magelang
Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus memperbaharui tampilan Taman Lereng Gunung Tidar di sisi Timur demi memperindah tampilan hutan kota tersebut. Perawatan tanaman hias dan bunga pun rutin dilakukan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus memperbaharui tampilan Taman Lereng Gunung Tidar di sisi Timur demi memperindah tampilan hutan kota tersebut. Perawatan tanaman hias dan bunga pun rutin dilakukan.

"Wajah disana (taman lereng gunung tidar) akan selalu berubah dan menarik, dinamis. Tanamannya kita ganti terus setiap semesteran," kata Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, di kantornya, Kamis (10/1/2018).

Eri menjelaskan, taman lereng gunung tidar dari awal dibangun untuk memberikan penghargaan atas diraihnya Piala Adipura Kencana oleh Kota Magelang.

"Penghargaan ini kemudian diwujudkan secara monumental dalam bentuk taman tematik. Tujuan lainnya agar display di sisi Timur Gunung Tidar terlihat lebih menarik," ungkap Eri.

Dia mengatakan, konsep taman akan terus berubah. Untuk sementara ini, perubahan fokus pada pencahayaan (lighting) agar tampilan di malam hari menarik.

"Sejauh ini, adanya tampilan taman tematik dan lighting yang bagus berhasil menarik minat masyarakat untuk sekedar berfoto," katanya.

Tahun ini, lanjut Eri, pihaknya tengah memperbaharui vegetasi berupa tanaman bunga yang membentuk taman tematik di lereng gunung tidar tersebut.

Beberapa tanaman yang dipilih antara lain bayam merah, krokot, serta tanaman hias berukuran kecil lainnya yang memiliki warna mencolok.

"Nanti kita isi dengan tanaman berwarna mencolok, ada yang merah, kuning, ungu," tutur Eri.

Lokasi taman yang berada di lereng dan memiliki kontur tanah miring, sedikit banyak berpengaruh pada tanaman yang ditanam. Kondisi tersebut membuat Disperpa memikirkan solusi terbaik lantaran kontur tanah miring juga berdampak pada mudahnya tanah longsor.

"Nanti ada sebagian yang kita pasangi rumput sintetis di tanah yang labil dan rawan longsor. Tapi di dalamnya tetap akan kita tata tanaman dan aksesoris dekoratif yang menarik," terangnya.

Eri menyebutkan, taman tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter dan dirawat sekitar 10 orang petugas dari Disperpa. (Humaspemkotmagelang)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved