Kriminalitas

Pemuda Asal Sleman Sembunyikan Sepeda Motor Hasil Curian di Kandang Ayam

Jajaran reskrim Polsek Berbah menangkap dua dari tiga pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor.

Pemuda Asal Sleman Sembunyikan Sepeda Motor Hasil Curian di Kandang Ayam
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Petugas menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor 

TRIBUNJOGJA.COM - Jajaran reskrim Polsek Berbah menangkap dua dari tiga pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, pelaku yang tertangkap berinisial ACK (27) warga Klaten dan WP seorang pelaku di bawah umur, yakni berumur 16 tahun warga Dusun Baran, Kalitirto, Berbah.

Kapolsek Berbah, Kompol Agus Zainudin mengatakan, komplotan ini beraksi pada 31 Desember dan 1 Januari kemarin.

Di aksi pertamanya, mereka berhasil mencuri sepeda motor vario milik Fransiskus Eko warga Baran.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Kali keduanya, sepeda motor KLX milik Rachmadsyah berhasil digondol.

"Di TKP pertama pelaku mencongkel jendela rumah korban dan menemukan kunci serta STNK kemudian bawa kabur motor korban. Sedangkan di TKP kedua, mereka beraksi dengan menggunakan kunci T di garasi rumah yang terbuka," papar Kapolsek Berbah, Senin (21/1/2019).

Kanit iptu Eko Udi menambahkan dari hasil penyidikan kepolisian, dua pelaku akhirnya bisa diamankan berserta barang bukti motor curian.

Berdasarkan hasil interogasi petugas, ACK dan WP sempat berkenalan di sebuah warung burjo, dan di sanalah ACK mengajak WP untuk berbuat jahat.

Baca: Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor Masih Didominasi Keteledoran Pemilik

Dan saat beraksi, WP bertugas untuk memantau keadaan sekitar, terlebih WP mengenal lokasi tersebut, karena kampung tempat ia tinggal.

"Sepada motor kami temukan di kandang ayam. Mereka bermaksud untuk memreteli sepeda motor hasil curian itu," terangnya.

Kini pihak kepolisian sedang memburu pelaku ketiga yang identitasnya sudah dikantongi petugas.

"Mereka akan dijerat pasal 363 kuhp tentang pencuri dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Untuk yang dibawah umur, tidak dilakukan penahanan, kami wajib laporkan, tapi proses hukum tetap berjalan sampai persidangan," terangnya.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved