Yogyakarta

Tirana Art Kitchen Pamerkan Lukisan Genteng Kaca Karya Rendra Kurniawan

Pameran ini mengangkat subjek berupa bungkus atau kemasan etiket rokok, tembakau, dan kertas rokok yang pernah hadir antara tahun 1930-1980.

Tirana Art Kitchen Pamerkan Lukisan Genteng Kaca Karya Rendra Kurniawan
istimewa
Sebanyak 25 lukisan atap atau genteng kaca ditampilkan dalam pameran tunggal Rendra Kurniawan yang bertajuk 'Rokok Riwayatmu Dulu' di Tirana Art Kitchen 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 25 lukisan atap atau genteng kaca ditampilkan dalam pameran tunggal Rendra Kurniawan yang bertajuk 'Rokok Riwayatmu Dulu' di Tirana Art Kitchen, Jumat (18/1/2019).

Unik, menarik serta mengandung filosofi mendalam, itulah yang ditampilkan dalam debut tunggalnya Rendra.

Kurator Pameran, Anam Khoirul mengatakan, pameran ini mengangkat subjek berupa bungkus atau kemasan etiket rokok, tembakau, dan kertas rokok yang pernah hadir antara tahun 1930-an sampai 1980-an.

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

Kemasan produk rokok tersebut dihasilkan dari pabrik-pabrik rokok di Jawa Tengah, seperti Muntilan, Temanggung, Magelang dan Semarang.

"Pemilihan objek rokok produksi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi karena alasan geografis, di mana Rendra tumbuh dan tinggal di daerah Windusari, Magelang, Jawa Tengah," ujar Anam dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com.

Lanjut dia, atap atau genteng secara simbolis adalah sebuah partikel atau bagian dari bangunan yang disebut rumah.

Rumah adalah tempat dimana seseorang kembali.

Baca: 20 Karya Sulam Tangan Ramaikan Pameran Bertajuk Disulam Semene Wae

Rumah menjadi simbol kedekatan seseorang dengan seseorang lainnya dengan status yang dinamakan keluarga.

"Hal ini, sesuai dengan nilai yang diangkat, Rendra bicara tentang kedekatan dengan keluarga dan lingkungannya, dalam naungan atap rumah," lanjut dia.

Ditambahkannya, Rendra secara sadar memilih genteng kaca karena memiliki bentuk yang unik sekaligus berbeda.

Dipilihnya genteng kaca sebagai medium seturut dengan nilai yang ingin diangkat dalam karya-karyanya.

"Medium genteng kaca sebagai sebuah simbol, yang menghantarkannya ke sebuah gerbang kesuksesan di dunia melalui pameran tunggalnya kali ini," ucapnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved