Mengenal Leptospirosis - Gejala Awal, Risiko, Serta Pengobatan dan Cara Pencegahannya

Satu di antara penyakit yang kerap muncul saat musim penghujan adalah leptospirosis.

Mengenal Leptospirosis - Gejala Awal, Risiko, Serta Pengobatan dan Cara Pencegahannya
ist
Leptospirosis 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketika memasuki musim penghujan seperti saat ini, masyarakat diimbau untuk mewaspadai beberapa ancaman penyakit.

Satu di antara penyakit yang kerap muncul saat musim penghujan adalah leptospirosis.

Baca: Dua Orang Dinyatakan Positif Terserang Antraks

Namun, leptospirosis kerap tak disadari hingga akhirnya dalam beberapa kejadian penanganannya pun menjadi terlambat, bahkan ada yang mengancam jiwa.

Dilansir Tribunjogja.com dari alodokter.com, gejala leptospirosis bisa muncul dari beberapa hal, di antaranya : 

-Mual
-Muntah
-Meriang
-Sakit kepala
-Nyeri otot
-Sakit perut
-Diare
-Kulit atau area putih pada mata yang menguning
-Demam
-Ruam
-Konjungtivitis

Grafis Leptospirosis
Grafis Leptospirosis (Tribun Jogja/ M Fauziarakhman)

Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala secara mendadak dalam waktu 2 minggu setelah penderita terinfeksi.

Pada sebagian kasus, gejala baru terlihat setelah 1 bulan.

Pascakemunculan gejala, penderita leptospirosis biasanya akan pulih dalam waktu 1 minggu setelah sistem imunitas dapat mengalahkan infeksi.

Namun sebagian penderita akan mengalami tahap kedua penyakit leptospirosis yang dikenal sebagai penyakit Weil.

Gejala penyakit Weil ini ditandai dengan dada terasa nyeri, serta kaki dan tangan yang bengkak.

Baca: Virus Leptospirosis Menyerang DIY, Berikut Penuturan Keluarga Pasien Leptospirosis dari Bantul

Baca: Sleman 2018, Tiga Warga Sleman Meninggal karena Leptospirosis

Baca: Puncak Musim Penghujan, Dinkes Sleman Imbau Warga untuk Waspadai DBD dan Leptospirosis

Halaman
1234
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved