Yogyakarta

BMKG : Waspadai Gelombang Laut Tinggi Akibat Puncak Musim Hujan

BMKG Yogyakarta mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan berupa potensi bencana hidrometeorologi.

BMKG : Waspadai Gelombang Laut Tinggi Akibat Puncak Musim Hujan
internet
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta, memprakirakan akan terjadi potensi hujan sedang-lebat yang disertai kilat dan petir serta angin kencang dalam periode beberapa hari ke depan.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menjelaskan, hal tersebut disebabkan teridentifikasinya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Jawa, dan beberapa sirkulasi angin lainnya yang dapat membentuk pola konvergensi atau area pertemuan angin yang memanjang dari wilayah perairan barat Sumatera, Jawa hingga Laut Banda.

"Kondisi tersebut akan berlangsung tiga hingga lima hari kedepan," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (18/1/2019).

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

Djoko juga memaparkan bahwa, area pertemuan angin itu akan mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan termasuk di wilayah Yogyakarta.

Disamping itu, sambungnya, pola angin baratan akan terlihat sangat kuat memasuki wilayah DIY, yang mengindikasikan bahwa wilayah Yogyakarta sedang memasuki puncak musim hujan.

"Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata hujan mencapai 15-50 mm/hari," ujarnya.

Ia menambahkan, selain penguatan hujan yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, potensi gelombang laut tinggi juga hal lain yang patut diwaspadai.

Baca: Hujan Lebat, Bantul Waspada Tebing Sungai Longsor

Gelombang laut tinggi tersebut, disebutnya akan melanda perairan selatan Pulau Jawa hingga wilayah Samudera Hindia.

"Tingginya bisa mencapai 2,5 hingga empat meter," imbuhnya.

Untuk itu, BMKG Yogyakarta mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan berupa potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Puncak musim hujan di Yogyakarta kami prediksi akan berlangsung hingga dasarian satu Februari mendatang," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved