Yogyakarta

Polda DIY Kembali Panggil BPPM Balairung

Polda DIY kembali melakukan pemanggilan kepada BPPM Balairung berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di UGM

Polda DIY Kembali Panggil BPPM Balairung
IST
Penasehat Hukum Balairung saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai mendampingi Thovan dalam pemeriksaan yang dilakukan di Polda DIY pada Kamis (17/1/2019) 

Yogi mengatakan, setidaknya terdapat 30 pertanyaan yang diajukan kepada Thovan, dan pertanyaan yang diajukan hampir sama dengan apa yang diajukan kepada Citra sebelumnya.

"30 pertanyaan, ada beberapa yang menurut kami tidak masuk akal, seperti ditanya kondisi KKN, rumahnya ukuran berapa, itu pertanyaan yang tidak relevan, posisi thovan tidak ada di lokasi. Kawan Balairung berhak menolak pertanyaan yang berkaitan dengan proses pembuatan berita, Thovan juga sudah menegaskan di awal, bahwa dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan proses reportase," katanya.

Mengenai ada tidaknya pendampingan dari UGM kepada Balairung, Yogi menerangkan sejauh ini belum ada komunikasi dengan pihak UGM.

"Sejauh ini kami belum ada komunikasi dengan UGM, kami sedang fokus dengan proses pendampingan, saya dapat informasi bahwa rektor akan memberikan pendampingan. Namun sejauh ini belum ada komunikasi. Belum sampai kesana," jelasnya

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menerangkan jika pemanggilan kembali Balairung dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan bukan karena adanya kriminalisasi terhadap Balairung.

Baca: Dekan FISIPOL UGM Apresiasi Pemberitaan Balairung Press

"Berarti ada keterangan yang dianggap perlu oleh penyidik dari saksi. Bisa saja Balairung pada tanggal sebelumnya sudah diperiksa, terus ada yang perlu diperiksa lagi, ya tidak apa-apa. Mau dipanggil beberapa kali juga tidak apa, yang penting bisa terang. Kalau kriminalisasi, itu tidak ada. Kalau kriminalisasi, orang tidak dilaporkan kemudian dicari kesalahannya. Kenapa kita cari yang tidak ada kesalahannya," jelasnya

Yuliyanto menerangkan jika pemanggilan dan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik semata-mata untuk membuat terang peristiwa.

"Pertanyaan penyidik itu dalam rangka membuat terang peristiwa itu. Metode pertanyaan seperti apa, itu keahlian dari penyidik," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved