Jawa

Hujan Reda Namun Banjir Belum Surut di Desa Madurejo di Kebumen

Menurut Sudirman, banjir kali ini adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir, sejak tahun 2013 silam. Curah hujan tinggi dinilainya jadi pemicu ut

Hujan Reda Namun Banjir Belum Surut di Desa Madurejo di Kebumen
IST
Banjir di pekarangan dan dalam kantor desa Madurejo Puring 

TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen masih terendam banjir meski hujan telah reda.

Di Kecamatan Puring, banjir masih menggenangi sebagian wilayah di tiga desa terdampak paling parah, meliputi Desa Madurejo, Sidobunder, dan Sidodadi.

Di Desa Madurejo, air masih tampak menggenang di lima wilayah perdukuhan dengan dampak paling parah, yakni Dusun Bulusari, Dadu, Segaramadu, Seroja dan Kepodang. Wajah kampung telah berubah.

Baca: Hujan Ekstrem, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Titik di Kebumen

Jalan akses, pekarangan hingga rumah-rumah penduduk tergenang. Banjir yang tak kunjung hengkang membuat aktivitas di desa itu lengang.

Sejumlah warga beraut duka terlihat masih bertahan di rumah meski tempat tinggal mereka terendam air.

"Belum surut, sekarang debit air malah nambah terus ini,"kata Sekretaris Desa Madurejo Sudirman, Kamis (17/1/2019)

Ketinggian genangan di pekarangan antara 50 cm hingga 1 meter.

Selain menerjang pemukiman, banjir juga merendam areal persawahan.

Tinggi genangan di lahan pertanian ini bahkan lebih parah, sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Menurut Sudirman, banjir kali ini adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir, sejak tahun 2013 silam. Curah hujan tinggi dinilainya jadi pemicu utama bencana.

Baca: Hilang Dua Hari, Motor Warga Kebumen Ini Ditemukan di Pinggir Jalan Raya

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved