Mencari Kudapan Sehat untuk Anak? Omo Healthy Snack Hadir dengan 4 Varian, Cocok bagi Balita

Kudapan sehat untuk anak sulit dicari, snack impor kurang meyakinkan. Omo Healthy Snack jadi solusi, cocok untuk pendamping ASI balita hingga dewasa

Mencari Kudapan Sehat untuk Anak? Omo Healthy Snack Hadir dengan 4 Varian, Cocok bagi Balita
Tribunjogja.com/Fatimah Artayu Fitrazana
Co-founder sekaligus Ahli Gizi Omo Healthy Snack, Lastdes Cristiany Friday, S.Gz, MPH 

TRIBUNJOGJA.COM - Masih Bingung mencari kudapan sehat untuk anak? Para ibu muda mungkin tak sedikit yang mengalami kegelisahan seperti yang dialami founder Omo Healthy Snack, Stella Elvina Winoto.

Menurut penuturan co-founder Omo Healthy Snack, yang juga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) UGM, Lastdes Cristiany Friday, S.Gz, MPH, awal dari terciptanya Omo adalah ketika Stella kebingungan mencari kudapan sehat untuk anak kembarnya.

Lastdes menjelaskan beberapa ibu muda dan ibu-ibu dari generasi millennials mungkin juga mengalami kebingungan yang sama seperti Stella.

Kudapan sehat untuk anak sulit dicari, dan snack impor juga dirasa kurang meyakinkan.

Baca: Warga Miskin Kulon Progo Tetap Terlindungi Jaminan Kesehatan

Berawal dari masalah itu, pada September tahun 2018, Stella Elvina, Lastdes Cristiany, dan Niken Puspitasari meluncurkan produk kudapan sehat untuk anak bernama Omo Healthy Snack.

"Awalnya kami membuat untuk konsumsi pribadi. Lalu, lama-kelamaan berkembang dan kami mulai menjualnya," kata Lastdes, saat ditemui reporter Tribunjogja.com di ruang dosen IKM, Universitas Gadjah Mada, Rabu (16/1/2019).

Lalu, apa yang membedakan snack sehat Omo ini dengan kudapan lainnya?

Lastdes menjelaskan, mengingat produk ini awalnya diperuntukkan bagi balita, bahan bakunya sangat dijaga.

Baca: Stok di Sleman Masih Aman Meski Kementrian Kesehatan Gagal Laksanakan Tender Pengadaan Obat ARV

Omo Healthy Snack menggunakan tepung yang tanpa mengandung gluten (gluten-free), telur ayam kampung, tanpa perasa, tanpa pengawet, dan menggunakan sayuran organik (untuk rasa Kale).

Seiring berkembangnya konsumen, Omo tidak hanya dapat dinikmati oleh balita saja, tapi juga orang dewasa.

"(khusus untuk balita) karena awal-awal diberikan sebagai makanan selain ASI, kita perlu menetralkan rasa. Jadi, setelah dia lepas dari ASI eksklusif sebaiknya tidak kita tambahkan gula dan garam," ungkapnya.

Baca: Kota Tersehat Dunia: Denpasar Kalahkan New York dan Milan, Jakarta Peringkat 25

Halaman
12
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved