Bantul

Perjuangan Sukasni, Ibu Dua Anak di Bantul Melawan Kanker Tenggorokan Stadium 4

Perjuangan Sukasni, Ibu Dua Anak di Bantul Melawan Kanker Tenggorokan Stadium 4

Perjuangan Sukasni, Ibu Dua Anak di Bantul Melawan Kanker Tenggorokan Stadium 4
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ibu Sukasni, penderita kanker di leher stadium 4B tengah duduk bersama suaminya Dargito di rumahnya di Pakis 1 RT 03 Dlingo Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Salim Abdul Hafidz, masih terlelap dalam tidurnya, ketika Tribun Jogja menengoknya, Selasa (15/1/2019) sore.

Bayi mungil usia tiga bulan itu tampak tenang di dekat ibunya, Sukasni.

Sukasni merupakan perempuan tangguh. Hampir satu tahun ini ia berjuang melawan rasa sakit di tenggorokan akibat kanker yang diketahui ternyata sudah stadium 4B.

Sang suami, Dargito menceritakan, kanker yang mulai menyerang istrinya itu muncul saat tengah mengandung anaknya yang kedua.

Dargito memiliki dua anak. Anak pertama bernama Geri Angga Devanisa berusia 14 tahun, saat ini menjadi santri di sebuah pondok pesantren.

Baca: Bupati Gunungkidul Izinkan Pegawai Tengok Kondisi Anak di Jam Kerja. Ini Alasannya

Sementara si bungsu, baru berusia tiga bulan, bernama Salim Abdul Hafidz yang masih terlelap tidur saat Tribun Jogja berkunjung ke rumah Dargito di Dusun Pakis 1 Rt 03, Dlingo, kecamatan Dlingo Bantul.

Kata Dargito, sebelum diketahui mengidap kanker, tubuh istrinya itu muncul benjolan seukuran biji salak pada leher sebelah kiri.

"Saat itu diperiksa ke rumah sakit di Bantul dan disarankan untuk rawat jalan. Katanya istri saya infeksi radang, lama-lama juga akan hilang," tutur Dargito, menirukan saran dokter kala itu.

Ibu Sukasni, penderita kanker di leher stadium 4B tengah duduk bersama suaminya Dargito  di rumahnya di Pakis 1 RT 03 Dlingo Bantul.
Ibu Sukasni, penderita kanker di leher stadium 4B tengah duduk bersama suaminya Dargito di rumahnya di Pakis 1 RT 03 Dlingo Bantul. (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Dargito menuruti saran dokter. Ia rutin membawa istrinya berobat selama 4 kali ke rumah sakit. Namun karena keterbatasan biaya dan tidak ada kendaraan, pengobatan itu akhirnya mandeg.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved