Bisnis

YLKI Minta OJK Batalkan Kebijakan DP Nol Persen

Kebijakan relaksasi uang muka kendaraan bermotor oleh OJK yang dikeluarkan akhir Desember lalu, menuai sorotan dari YLKI

YLKI Minta OJK Batalkan Kebijakan DP Nol Persen
makemymoney.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan relaksasi uang muka kendaraan bermotor oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikeluarkan akhir Desember lalu, menuai sorotan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

YLKI meminta OJK untuk segera membatalkan peraturan tersebut, karena disinyalir akan sangat mudah dimanipulasi dalam praktiknya.

Baca: Inilah KRI Spica yang Punya Teknologi Canggih untuk Temukan Black Box Lion Air JT 610

"Selama ini syarat uang muka 30 persen untuk kredit kendaraan bermotor juga dengan mudah dimanipulasi. Akibatnya kredit sepeda motor tanpa uang muka pun berjalan terus, lancar tanpa kendala. Jadi adanya syarat khusus uang muka nol persen oleh OJK potensi pelanggarannya sangat besar," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/1/2019).

Baca: Sikapi Ketentuan Bagasi Berbayar oleh Maskapai Penerbangan, YLKI : Hak Konsumen Dilanggar

Ia melanjutkan, bahwa pada prinsipnya kebijakan uang muka nol persen seharusnya ditujukan bagi kredit kendaraan untuk angkutan umum dan bukan kendaraan pribadi.

Selain itu, uang muka nol persen hanya layak diberikan untuk kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, seperti misalnya mobil atau sepeda motor listrik.

"Bukan kendaraan bermotor yang berbasis energi fosil. Apalagi praktiknya kendaraan bermotor di Indonesia masih dominan menggunakan BBM jenis premium, yang sangat buruk dampaknya terhadap lingkungan," tambahnya.

Kebijakan OJK tersebut, sambung dia, juga sangat kontra produktif bagi lalu lintas di kota-kota besar Indonesia karena berpotensi akan menambah kemacetan serta mempertinggi keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi.

"Buntutnya, Masyarakat akan makin gandrung dengan ranmor pribadi dan tidak berminat menggunakan angkutan umum," sebutnya. (TRIBUNJOGJA.COM/*)

Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved