Warga Gunungkidul Kembali Menangkap Ular Piton Berukuran Besar

Ular piton kembali muncul di Gunungkidul. Ia dipergoki ketika mendekati permukiman warga

Warga Gunungkidul Kembali Menangkap Ular Piton Berukuran Besar
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Ilustrasi Ular Piton 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga kembali menangkap ular piton berukuran besar di Desa Getas, Playen.

Sebelumnya di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, piton dengan panjang 5 meter ditangkap di Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, saat akan menyerang ternak warga, Sabtu (12/1/2019) dini hari.

Warga memperlihatkan ular piton yang menyerang Ibu dan anak di Padukuhan Trengguno Kidul, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (10/1/2018)
Warga memperlihatkan ular piton yang menyerang Ibu dan anak di Padukuhan Trengguno Kidul, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (10/1/2018) (Kompas.com/Markus Yuwono)

Baca: Pemilik WO yang Bikin Seribu Tamu Resepsi Penikahan di Palembang Tak Makan Dilaporkan ke Polisi

Ular Piton Ukuran Jumbo Lilit Ibu dan Anak di Gunungkidul, Keduanya Sempat Kewalahan Saat Adu Kuat

Kepala Desa Getas, Kecamatan Playen Pamuji mengatakan, piton ditangkap warga saat mendekati pemukiman.

Beberapa warga yang mengetahui keberadaan ular langsung melakukan penangkapan dan disimpan di salah satu rumah warga bernama Sukro di Dusun Gembuk.

Korban serangan ular piton, dusun Trenggono Kidul, Gunungkidul Kamis (10/1/2019).
Korban serangan ular piton, dusun Trenggono Kidul, Gunungkidul Kamis (10/1/2019). (TRIBUNJOGJA WISANG SETO PANGARIBOWO)

"Beberapa hari sebelum penangkapan ular itu, ada warga yang mempergoki seekor ular besar akan memangsa ayam. Lalu diusir, beberapa hari kemudian ditangkap ular itu," katanya saat dihubungi Minggu (13/1/2019).

Menurut dia, ular berukuran besar sudah sering bermunculan di daerahnya. Namun demikian, tidak semua berhasil ditangkap.

"Ditangkap di sungai kecil, yang biasa dilalui ular. DIsana memang banyak ular berukuran besar," ucapnya.

"Ular hasil tangkapan biasanya diletakkan di kandang, jika ada yang berniat membeli ya diserahkan. Karena warga disini tidak bisa memelihara ular,"ujarnya.

Baca: Menyelam 35 Meter, Serda Satria Margono Akhirnya Temukan CVR Pesawat Lion AIr JT 610

Disinggung mengenai tidak dikembalikan ke alam liar, Pamuji mengatakan, saat ini kawasan perbukitan ataupun ladang sudah digunakan warga untuk bercocok tanam. Jika dikembalikan, dikhawatirkan akan bersinggungan langsung dengan manusia.

"Biasanya dijual, kalau dikembalikan takut nanti menyerang manusia," katanya.

Baca: Inilah KRI Spica yang Punya Teknologi Canggih untuk Temukan Black Box Lion Air JT 610

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi Sulistyanto mengatakan, munculnya ular piton kemungkinan karena minimnya makanan di habitat aslinya. Sehingga,  beberapa diantaranya muncul ke sekitar pemukiman warga dengan mengincar ternak.

"Untuk mencegah pemangsaan ular pada ternak, yang bisa dilakukan masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan kandangnnya. Jika perlu ditambah penerangan,"ucapnya.

Pihaknya belum bisa mengambil langkah terkait kemunculan ular tersebut. Nantinya, diperlukan koordinasi lintas sektoral. (*)

-

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Warga Gunungkidul Kembali Tangkap Ular Piton

Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved