Gunungkidul

Kades di Gunungkidul Ini Dilaporkan ke Polisi karena Merusak Kursi

Dituduh merusak kursi fasilitas umum, Kepala Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Giyono dilaporkan ke Polres Gunungkidul

Kades di Gunungkidul Ini Dilaporkan ke Polisi karena Merusak Kursi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dituduh merusak kursi fasilitas umum, Kepala Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Giyono dilaporkan ke Polres Gunungkidul, Senin (14/1/2019).

Pelapor tersebut, Sulardiono mengatakan, kejadian pengrusakan kursi terjadi pada Minggu (29/12/2018) saat itu kursi digunakan warga untuk hajatan sunatan satu diantara warganya.

"Saya laporkan karena ada pengrusakan terhadap aset milik RT yaitu berupa kursi," katanya.

Ia mengatakan pengrusakan terjadi lantaran pada sebuah kursi tersebut tertempel stiker satu di antara caleg DPRD DIY yang akan berkompetisi pada pileg 2019.

Baca: Terkait Demo Warga Tonggor, Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul: Regulasi Harus Dipenuhi Terlebih Dulu

"Kursinya kan tidak harus dirusak, kursi dibanting hingga rusak dan ada bekas sayatan-sayatan pisau dibagian yang tertempel gambar caleg," katanya.

Ia berharap kasus ini dapat diproses dengan adil, dirinya juga menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Tak hanya sampai disitu saja pengrusakan kursi merembet hingga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Caleg DPRD DIY dari partai Gerindra, Purwanto akan melaporkan kasus ini ke Bawaslu.

Lantaran Giyono merusak alat kampanye miliknya dengan tidak hormat.

"Akan kami laporkan karena alat kampanye saya dirusak dengan tidak hormat. Saya juga telah konfirmasi ke yang bersangkutan tetapi dirinya tidak merasa bersalah atas pengrusakan tersebut," katanya.

Ia tidak mengetahui kenapa stiker kampanye dirinya dapat tertempel pada kursi tersebut.

Baca: Warga Gunungkidul Kembali Menangkap Ular Piton Berukuran Besar

"Mungkin pada acara tanggal 8 Desember, yaitu acara konsolidasi partai gerindra yang dihadiri ratusan kader, mungkin pada acara tersebut ditempeli. Karena saat itu kita hanya sewa tempat dan pemilik tempat meminjam kursi ke RT 01, Dusun Sawahan 13," katanya.

Terpisah, Giyono mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan laporan pengrusakan kursi bergambarkan satu diantara caleg.

"Sebagai fasilitas umum tidak seharusnya ditempeli gambar calon legislatif, dan saat dilakukan pencopotan warga juga setuju saja. Tetapi stiker tersebut sulit dikelupas dari kursi sehingga harus dikerik dengan pisau," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved