Kriminal

Gasak Motor di Alkid, Pria Asal Sleman Ini Diciduk Polisi

Sebelum melakukan pencurian, tersangka melakukan pengamatan terlebih dahulu di sekitar alun-alun kidul.

Gasak Motor di Alkid, Pria Asal Sleman Ini Diciduk Polisi
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Curanmor 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Purwoko (48) nampaknya harus mendekam di balik jeruji besi untuk waktu yang cukup lama.

Warga Tambakrejo, Sariharjo, Sleman tersebut ditahan polisi karena melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Pencurian dilakukan pada 29 Desember 2019 lalu di Alun-alun Kidul Yogyakarta.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti melalui Panit I Reskrim Polsek Kraton, Budi Susanto mengungkapkan bahwa sebelum melakukan pencurian, tersangka melakukan pengamatan terlebih dahulu di sekitar alun-alun kidul.

"Jadi sebelum selama dua sampai tiga hari dia mengamati dulu daerah alun-alun. Selama pengamatan itu dia lihat siapa saja yang lari-lari pagi, kendarannya di mana," ungkapnya saat ditemui di Polsek Kraton, Senin (14/1/2019).

Baca: Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Banjarnegara

Saat kejadian, lanjutnya korban hendak lari pagi di Alun-alun Kidul.

Korban lalu memarkirkan motornya, AB 5752 AA di dekat Sasana Hingil.

Karena sudah biasa parkir di sana, korban meninggalkan kuncinya di dashboard motornya.

"Korban datang itu ya sekitar 05.30, untuk laripagi. Dia memang sudah biasa lari pagi. parkir motor di timur Sasana Hinggil. Nah saat lari, korban merasa ada kejanggalan parkir. Lalu menuju ke parkiran untuk melihat morotnya, tetapi ternyata motornya sudah tidak ada," lanjutnya.

Menurut pengakuan tersangka, motor langsung dijual ke Pacitan dengan harga Rp3,3 juta.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena gaji yang diperolehnya sebagai buruh lepas tidak cukup.

Baca: Marak Curanmor Akibat Kunci Nyanthol, Kapolsek Pleret Ajak Warga Waspada

"Jadi setelah mencuri, motor langsung dijual ke Pacitan. Kebetulan tersangka dan penadahnya sudah pernah kenal saat dulu bekerja di Gamping. Dalam motor itu kebetulan sudah ada STNKnya, jadi ya alasa menggadaikan. Kalau untuk barang bukti belum bisa kami temukan, karena motor dijual secara online oleh penadah," ujarnya.

"Nah dengan kejadian ini, masyrakat harus berhati-hati. Parkirlah ditempat yang aman, jangan lupa perhatikan barang berharga di motornya. Kuncinya juga jangan lupa dicabut. STNK juga sebaiknya dimasukkan dompet saja," tambahnya.

Akibat perbuatannya, Purwoko disangkakan pasa 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved