Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Kekurangan Tenaga Kesehatan Jiwa

Pemerintah kabupaten Gunungkidul mengaku kesulitan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa karena keterbatasan sumber daya manusia.

Pemkab Gunungkidul Kekurangan Tenaga Kesehatan Jiwa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Banyaknya kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul disinyalir karena gangguan jiwa pada pelaku bunuh diri.

Akan tetapi pemerintah kabupaten Gunungkidul mengaku kesulitan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa karena keterbatasan sumber daya manusia.

Hal ini diungkapkan oleh sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, mengatakan tenaga kesehatan jiwa yang berada di tiap-tiap puskesmas masih ada beberapa yang Kosong.

"Untuk memenuhi tenaga kesehatan dengan standar minimal kami masih kekurangan apalagi ditambah memenuhi pelayanan kesehatan jiwa," tuturnya, Minggu (13/1/2019).

Baca: Pascaperistiwa Penyerangan Ular, Pemkab Gunungkidul Imbau Kebersihan Kandang Ternak Diperhatikan

Priyanta menuturkan dari informasi yang diperolehnya hampir sebesar 40 persen kasus bunuh diri dilatarbelakangi karena gangguan jiwa.

Tetapi deteksi dini gangguan jiwa atau depresi susah untuk dideteksi dini.

"Sebenarnya kami sudah ada PISPK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) dari program itu ada 12 ite satu diantaranya adalah penanggulangan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tetapi untuk kategori depresi itu sangat makro sehingga sulit untuk dideteksi," ujarnya.

Ia mengaku sudah mempelajari kasus-kasus bunuh diri, sehingga ke depannya petugas yang mendatangi Puskesmas tidak hanya melakukan visum tetapi juga melakukan pendataan lebih dalam.

"Selama ini kami hanya mendampingi pihak kepolisian saja untuk melakukan visum, kedepannya akan kami cari tahu lebih dalam lagi untuk antisipasi," ucapnya.

Baca: Polres Gunungkidul Amankan 81 Kardus Isi Miras dalam Razia Kendaraan Bermotor

Ia berharap penanganan kasus bunuh diri menjadi perhatian semua pihak, terutama dalam pengawasan kejiwaan seseorang sangat membutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat.

"Saat lingkungan sekitar dan keluarga mengetahui maka penanganannya akan lebih mudah," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah, menghimbau kepada semua jajarannya untuk tidak hanya rapat saja untuk mengatasi kasus bunuh diri tetapi juga aksi langsung terhadap penanggulangan bunuh diri.

"Saya sangat prihatin dengan banyaknya kasus bunuh diri, semua harus ikut serta dalam mengurangi kasus bunuh diri. Tidak hanya menjadi tugas pe,erintah saja tetapi juga masyarakat sekitar," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved