Bisnis

ASITA DIY Sebut Penghilangan Free Bagasi oleh Maskapai Penerbangan Dapat Rugikan Pariwisata

Penghilangan free bagasi pada sejumlah maskapai penerbangan diyakini sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan dunia pariwisata dan perdagangan.

ASITA DIY Sebut Penghilangan Free Bagasi oleh Maskapai Penerbangan Dapat Rugikan Pariwisata
WWLP.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Penghilangan free bagasi pada sejumlah maskapai penerbangan diyakini sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan dunia pariwisata dan perdagangan karena berakibat pada mahalnya biaya tiket pesawat yang menjadi momok para wisatawan lokal.

“Kebijakan penghilangan free bagage ini cukup mengkhawatirkan bagi dunia pariwisata. Dimana wisatawan akan berpikir ulang untuk bepergian karena akan menjadi lebih mahal, khususnya bagi mereka yang dari luar Jawa,” kata Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto kepada Tribunjogja.com, Jumat (11/1/2019).

Pasalnya, kata Udhi menjelaskan, ketika ada wisatawan domestik yang datang ke Yogyakarta selama 3 hari 2 malam, misalnya, mereka pasti akan bawa bagasi untuk keperluan mereka sendiri.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

Akan tetapi dengan aturan baru, mereka harus membayar bagasi tersebut yang tentu akan memberatkan mereka.

Di sisi lainpun mereka akan berpikir ulang apabila mau belanja oleh-oleh berupa barang-barang kerajinan, souvenir dari Yogyakarta karena akan membuat bagasi lebih berat.

Jadi secara global, menurut Udhi, penghilangan free bagasi tidak hanya mempengaruhi pariwisata secara langsung, akan tetapi juga berpengaruh terhadap sektor perdagangan di Yogyakarta khususnya kerajinan dan perbelanjaan.

Baca: Citilink Hapuskan Bagasi Gratis bagi Penumpang Domestik mulai 12 Januari 2019

“Saya sangat menyayangkan adanya kebijakan ini. Kami berharap pemerintah turun tangan akan hal ini. Bagaimana kita mau mencapai target 20 juta wisatawan apabila kebijakan berbanding terbalik?,” tambah Udhi.

Udhi mengungkapkan dengan kebijakan sepihak yang diambil oleh sejumlah maskapai penerbagan, pihaknya sedang koordinasi dengan seluruh DPD Asita se-Indonesia yang dikomandoi oleh DPP Asita untuk mendesak pencabutan kebijakan tersebut.

“Saya khawatir kebijakan tersebut akan merugikan banyak sektor,” tukasnya.(*)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved