Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Novel, Komnas HAM Beri Apresiasi

Komnas HAM mengapresiasi langkah Kepolisian RI yang membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Novel, Komnas HAM Beri Apresiasi
Kompas.com
Kronologi kasus penyiraman air keras Novel Baswedan 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengapresiasi langkah Kepolisian RI yang membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Surat tugas tim tersebut ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pada 8 Januari 2019.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik juga menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri yang menjadi penanggung jawab tim tersebut, berserta seluruh anggota di dalamnya.

"Kami mengapresiasi, dalam waktu yang cukup cepat sudah dibentuk. Dan kalau kita lihat daftar namanya kan Pak Kapolri langsung bertanggung jawab, ada 3 orang wakilnya itu bintang 3 langsung," kata Taufan, Jumat (11/1/2019).

Pembentukan tim gabungan tersebut merupakan salah satu rekomendasi Komnas HAM kepada Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Hal itu disampaikan setelah Komnas HAM menyelesaikan laporan hasil pemantauan terhadap kasus penyerangan yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.

Taufan berharap tim yang beranggotakan sebanyak 65 orang itu dapat mengungkapkan siapa dalang di balik kasus penyiraman air keras terhadap Novel sehingga keadilan dapat ditegakkan.

"Kita berharap dengan (tim) ini, bisa bergerak dan membuka tabir kasus Novel sehingga kemudian keadilan bagi Pak Novel bisa didapatkan," ujar dia.

Ke depannya, ia berharap ada upaya untuk mencegah peristiwa yang sama terulang kembali.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved