Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Gunakan Akun Twitter @chiecilihie80

Seorang guru SMP berinisial MIK (38 tahun) diciduk polisi karena terkait dengan kasus hoaks tentang tujuh kontainer surat suara

Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Gunakan Akun Twitter @chiecilihie80
Kompas.com/ARDITO RAMADAN
Tersangka MIK yang menjadi tersangka kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019). MIK adalah seorang guru SMP di Cilegon, Banten 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang guru SMP berinisial MIK (38 tahun) diciduk polisi karena terkait dengan kasus hoaks tentang tujuh kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, MIK merupakan pemilik akun Twitter @chiecilihie80 yang mengicaukan kabar bohong tersebut.

"Identitas tersangka inisial MIK umur 38 tahun dan perannya mem-posting kalimat yang dibuat sendiri di akun Twitter. Barang bukti yang disita ada satu lembar capture akun Twitter," kata Argo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

Hoaks Awal Tahun: Isu 7 Kontainer Surat Suara hingga Kaesang Kibarkan Bendera PKI

Argo mengatakan, MIK ditangkap di Cilegon, Banten, pada hari Minggu lalu. Polisi telah memburu MIK hingga ke Majalengka, Jawa Barat.

Hasil pemeriksaan sementara, MIK diketahui menyusun sendiri kalimat terkait kabar hoaks tujuh kontainer berisi 80 juta surat suara tercoblos.

"Kalimat postingan di akun itu dibuat sendiri oleh yang bersangkutan...," ujar Argo.

Argo menyebutkan, MIK pun tidak bisa membuktikan kebenaran kabar yang sudah disebarnya itu.

Tersangka Kelima

MIK merupakan tersangka kelima dalam kasus tersebut. Sebelumnya polisi telah menetapkan empat orang tersangka yaitu BBP, LS, HY, dan J.

Titin Penderita Obesitas 300 Kg Dievakuasi ke RS, Petugas Harus Jebol Dinding untuk Mengeluarkannya

Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui sejumlah platform, seperti YouTube dan WhatsApp. Salah satunya tersebar melalui rekaman suara seorang lelaki.

Setelah KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, dipastikan informasi tentang tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos adalah hoaks. (Ardito Ramadhan)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Guru Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Hoaks Surat Suara"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved