Gempa Beruntun Kembali Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Gempa beruntun dengan kekuatan di M 4,1 ke bawah terekam sensor BMKG di Selat Sunda atau di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Kamis (10/1/2019).

Gempa Beruntun Kembali Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Twitter Twitter @Sutopo_PN
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau saat meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa beruntun dengan kekuatan di M 4,1 ke bawah terekam sensor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika di Selat Sunda pada Kamis (10/1/2019) sore. Gempa ini memiliki kedalaman dangkal, yaitu sekitar 1 kilometer dan dalam radius 36,5 kilometer dari Anak Krakatau'>Gunung Anak Krakatau.

​Kepala Bidang Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, gempa-gempa ini terekam mulai sore dan terus berlangsung hingga malam.

Dari pukul 16.59 WIB – 18.35 WIB, terekam 11 kali gempa bumi, yaitu berturut-turut M 3,1, M 3, M 3,1, M 3,3, M 3,3, M 3,9, M 4,1, M 3,5, M 4,0, M 2,8 dan M2,8. “Masing-masing gempa ini memiliki kedalaman hiposenter 1 kilometer,” kata dia.

​Aktivitas gempa tersebut, menurut Daryono, terdeteksi di tujuh stasiun seismik milik BMKG yakni di Tangerang, Serang, Cigeulis, Muara Dua, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Liwa.

​Daryono mengatakan, hasil monitoring melalui tide gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG) dan water level milik BMKG menunjukkan bahwa hingga pukul 18.35 WIB aktivas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan ketinggian muka air laut atau pun tsunami di sepanjang pantai Selat Sunda..

​Menurut Daryono, sejak terjadi tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 hingga Kamis, berdasarkan hasil monitoring BMKG telah berhasil menentukan paramater 28 aktivitas kegempaan di Anak Krakatau'>Gunung Anak Krakatau. “Kami masih mendalami soal ini, kemungkinan tektonik. Tetapi, melihat kedangkalannya ada kemungkinan transpor magma,” kata dia.

​Sementara itu, Seretaris Badan Geologi, Ratdomopurbo mengatakan, gempa-gempa ini di luar komplek Krakatau. “Kita menyebutnya tektonik lokal,” kata dia.

Baca: Data Digital Ungkap Transfer Antara Vanessa dan Mucikari, Mulai 1 Januari 2018 Hingga Januari 2019

Baca: Penampakan Sapi Kaki Dua di Gunungkidul Sekilas Mirip Kangguru

Baca: Setelah Vanessa Angel, Tak Lama Lagi Polisi Panggil Lima Artis Berinisial AC, TP, BS, ML dan RF

Tingkatkan Kewaspadaan

​Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrahman mengatakan, gempa beruntun di sekitar Anak Krakatau ini harus meningkatkan kewaspadaan. “Ini bisa tektonik bisa juga vulkanik,” kata dia.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved