Regional

Gadis Kalbar Gagal Dinikahi WNA China, Sudah Hari H Tapi Surat-surat Syarat Menikah Tak Lengkap

Baru menghitung hari, administrasi atau surat-surat dalam proses pengurusan belum selesai. Hingga pada akhirnya perkawinan tersebut dibatalkan

Gadis Kalbar Gagal Dinikahi WNA China, Sudah Hari H Tapi Surat-surat Syarat Menikah Tak Lengkap
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Mediasi pembatalan pernikahan WNA asal China dengan warga Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Kamis (10/1/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hubungan Warga Negara Asing (WNA) asal China (Tiongkok) yakni Liu (nama samaran) dengan Bunga (nama samaran), gadis asal Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), berakhir.

Berdasarkan informasi yang didapat, gagalnya hubungan pernikahan kedua sejoli tersebut diduga disebabkan karena miskomunikasi kedua pihak.

Terutama masalah adminitrasi yang tidak dapat dilengkapi.

Seperti disampaikan Kapolsek Mandor Iptu Anuar Suarifudin melalui Bhabinkamtibmasnya Bripka Yakob yang menghadiri kegiatan mediasi terkait perkawinan warga Desa Ngarak, Kecamatan Mandor tersebut, Kamis (10/1/2019) malam.

Memang rencana perkawinan Bunga dangan Liu tidak berjalan mulus.

Baru menghitung hari, administrasi atau surat-surat dalam proses pengurusan belum selesai.

Hingga pada akhirnya perkawinan tersebut dibatalkan oleh kedua belah pihak.

Baca: Bursa Transfer Liga 1 2019 : PSS Sleman Resmi Pertahankan Rangga Muslim dan Zamzani

Baca: Jadwal dan Link Streaming Proliga 2019 Putaran Kedua - Live di iNews TV Mulai Pukul 16.00 WIB

Baca: Hoaks Awal Tahun: Isu 7 Kontainer Surat Suara hingga Kaesang Kibarkan Bendera PKI

Baca: Ahok Bakal Bebas 24 Januari Mendatang, Berikut Sekilas Kisah Perjalanan Hidupnya

Baca: Andik Vermansah Ungkapkan Harapannya untuk Bisa Gabung Persebaya di Putaran Kedua Liga 1 2019

Bhabinkamtibmas Polsek Mandor, Bripka Yakob menyampaikan, kedua belah pihak sudah membuat suatu kesepakatan bersama dan disaksikan Bhabinksmtibmas, tokoh masyarakat, tokoh adat, pihak keluarga dan pihak Liu.

Dimana isi dari surat pernyataan tersebut, keduanya tidak saling menuntut atas kejadian tersebut dan mereka membatalkan perkawinan adat yang sudah dilaksanakan.

"Dari hasil kesepakatan tersebut, mereka tuangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan dan ditandatangani saksi-saksi dari kedua pihak. Dalam kegiatan tersebut semua berjalan aman, lancar dan mulus," kata Bripka Yacob.

Cara Urus Nikah dengan WNA

Halaman
1234
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved