Bisnis

DP Nol Persen Dianggap Perusahan Pembiayaan Tak Pengaruhi Pertumbuhan Kredit

OJK telah meresmikan peraturan baru mengenai pelonggaran DP untuk pembiayaan kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat.

DP Nol Persen Dianggap Perusahan Pembiayaan Tak Pengaruhi Pertumbuhan Kredit
makemymoney.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meresmikan peraturan baru mengenai pelonggaran Downpayment (DP), alias uang muka untuk pembiayaan kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat.

Ketentuan yang tertuang dalam POJK nomor 35/POJK/2018 itu menyebut, bagi perusahaan pembiayaan yang memiliki tingkat kesehatan keuangan atau memiliki nilai rasio kredit macet di bawah atau sama dengan satu persen, diperbolehkan untuk memberlakukan ketentuan DP nol persen baik bagi kendaraan bermotor roda dua, tiga, maupun roda empat.

Kepala Kantor OJK DIY, Untung Nugroho mengatakan, bahwa pelaksanaan kebijakan tersebut untuk membantu para konsumen yang memiliki keterbatasan dana dan masih memiliki penghasilan rutin agar dapat memiliki kendaraan bermotor.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

Hal tersebut, dinilainya akan efektif mendongkrak penyaluran kredit pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.

"Kami pikir sangat berguna bagi konsumen yang terkendala dalam masalah DP, jadi aturan ini kami harapkan bisa membantu mereka. Aturannya juga tidak semua perusaahan yang boleh menerapkan itu, hanya yang keuangan perusahaan nya sehat," kata dia, saat dihubungi Tribunjogja.com Jumat (11/1/2019).

Menyambut hal ini, perusahaan pembiayaan di Yogya yakni Wom Finance yakin bahwa kebijakan ini bisa membantu perusahaan dalam mendongkrak kredit pembiayaan kendaraan bermotor.

Kepala Cabang Wom Finance Yogyakarta, Wisnu Mursanto mengatakan, untuk saat ini pihaknya memang belum mendapat arahan dari kantor pusat untuk memberlakukan aturan tersebut.

Baca: OJK Imbau Perbankan Tekan Biaya Operasional

Pihaknya kini hanya bermain pada aturan lama, yakni DP senilai 10 persen.

Namun, jika ada ketentuan dari pusat pihaknya mengaku siap memberlakukan aturan itu karena Wom Finance termasuk perusahaan yang memenuhi syarat untuk aturan tersebut.

"Kredit macet kami masih diangka satu persen. Kami rasa kebijakan itu cukup bagus untuk meningkatkan pertumbuhan pasar, namun harus tetap dengan kualitas pembiayaan yang terjaga," ujarnya.

Di lain sisi, Regional Sales Manager PT Adira Finace DIY Jawa Tengah, Yustina Ernawati malah pesimis aturan tersebut bakal berdampak baik bagi perusahaan pembiayaan.

Baca: OJK Berikan Izin kepada 21 Pemain Baru di Industri Gadai Nasional

Dia mengatakan, jika aturan tersebut tidak diikuti dengan kualitas konsumen yang baik, tetap saja potensi kredit macet bakal membengkak, sehingga semakin merepotkan perusahaan.

"Menurut kami itu hanya bahasa marketing saja. Yang penting bukan DP nya, tapi karakter konsumen" jelasnya.

Sebelum memberikan kredit pembiayaan, perusahaan tentu menerapkan lima C bagi calon konsumennya, yakni Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral.

Menurut Erna, jika tidak memenuhi ketentuan di atas, tentu perusahaan tidak akan mengabulkan pengajuan kredit, sehingga DP nol persen dirasa kurang berpengaruh terhadap signifikansi dari laju pertumbuhan kredit pembiayaan kendaraan bermotor. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved