Buzzer Hoaks yang Ditangkap Berprofesi sebagai Guru Berusia 38 Tahun

Tersangka baru kasus berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, ternyata berprofesi sebagai guru. Ditangkap di Cilegon, Banten

Buzzer Hoaks yang Ditangkap Berprofesi sebagai Guru Berusia 38 Tahun
Kompas.com
Polisi menggiring Bagus Bawana Putra (BBP), tersangka kasus berita hoax saat Rilis berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Tersangka baru kasus berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ternyata berprofesi sebagai guru. Tersangka yang merupakan buzzer hoaks ini ditangkap di Cilegon, Banten, pada Kamis (10/1/2018).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, tersangka telah ditangkap di daerah Banten.

Baca: KPU Tolak Perubahan Visi Misi Kubu Prabowo-Sandiaga

Penetapan tersangka dilakukan setelah menindaklanjuti hasil penyelidikan tersangka BBP yang diduga membuat konten hoaks.

“Kita masih pendalaman terhadap tersangka BBP, tapi hari ini nanti dari Polda Metro (Polda Metro Jaya) akan merilis juga tersangka baru lagi terkait masalah hoaks 7 kontainer. Pelaku sudah ditangkap di Banten,” ujar Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat(11/1/2019).

Namun, Dedi belum menjelaskan secara detail soal identitas dan peran tersangka baru itu.

“Dari hasil pemeriksaan sementara perannya sebagai buzzer, ikut memviralkan,” kata Dedi.

“Nanti tidak menutup kemungkinan apakah dia juga sama dengan tersangka BBP, selain buzzer juga sebagai creator,” tambah Dedi.

Aktor Intelektual

Dedi mengatakan, penyidik tengah menelusuri aktor intelektualis kasus tersebut. Pihaknya berkomitmen mengusut tuntas.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin dengan kerja keras secara komprehensif,” kata Dedi.

Sebelumnya polisi telah menetapkan tersangka BBP, LS, HY, dan J.

Baca: Titin Penderita Obesitas 300 Kg Dievakuasi ke RS, Petugas Harus Jebol Dinding untuk Mengeluarkannya

Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui sejumlah platform, seperti YouTube dan WhatsApp. Salah satunya tersebar melalui rekaman suara seorang lelaki.

Setelah KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, dipastikan bahwa informasi tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos adalah hoaks. (*)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved