Pemilu 2019

Protes Keputusan Bawaslu Pusat, AKSI Pasang Jebakan Tikus di Bawaslu DIY

Protes Keputusan Bawaslu Pusat, AKSI Pasang Jebakan Tikus di Bawaslu DIY

Protes Keputusan Bawaslu Pusat, AKSI Pasang Jebakan Tikus di Bawaslu DIY
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Aliansi Masyarakat Cinta Konstitusi (AKSI) saat menggelar aksi pasang jebakan tikus di kantor Bawaslu DIY Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Kamis (10/1/2019) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cinta Konstitusi (AKSI) menggelar aksi pasang jebakan tikus di kantor Bawaslu DIY Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Kamis (10/1/2019) sore.

Ada sekira 5 buah jebakan tikus yang dipasang serta diserahkan kepada jajaran pengurus Bawaslu DIY yang turut menerima dan menyaksikan aksi tersebut.

Diikuti sekira sepuluhan anggota AKSI, aksi yang dilabeli dengan "Aksi Masang Jebakan Tikus" merupakan bentuk protes dan manifestasi sikap perlawanan rakyat untuk membasmi hama tikus yang menyerang ladang demokrasi di Indonesia.

Agung Murharjanto, Koordinator AKSI mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respon rakyat terhadap sikap maupun keputusan Bawaslu Pusat yang merekomendir KPU Pusat untuk memasukkan bakal caleg Osman Sapta Odang dalam Daftar Calon Tetap Caleg anggota DPD RI Dapil Kalbar dalam penyelenggaraan pemilu 2019.

Baca: Pemilu 2019, KPU DIY Optimis Partisipasi Pemilih di Atas Rata-rata Nasional

Baca: GKR Hemas: Apa yang Saya Lakukan untuk Mencari Keadilan di Ranah Hukum

"Keputusan itu adalah bentuk kekerasan politik yang menggagahi konstitusi. Sikap Bawaslu tidak boleh dibiarkan/harus dilawan karena merusak tatanan kenegaraan," katanya kepada media usai aksi.

AKSI beralasan, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi No. 30/PUU-XVI/2018 sangat jelas mengatur larangan ketua umum partai politik rangkap jabatan sebagai anggota DPD.

Putusan MK ini menjadi dasar Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2018 yang melarangan pengurus partai politik mendaftar menjadi anggota DPD.

"Sikap ugal-ugalan Bawaslu ini menunjukkan bahwa komisioner Bawaslu Pusat telah bermetamorfosis menjadi tikus yang menggerogoti sendi-sendi konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia," lanjutnya.

Tak hanya menyerahkan jebakan tikus kepada Bawaslu DIY, para peserta aksi juga sempat melontarkan orasinya di depan jajaran Bawaslu DIY.

Baca: Ibunda Pemilik WO yang Bikin Kelaparan Seribu Tamu Undangan Tak Kuasa Menahan Malu

Dalam momentum perlawanan ini AKSI menyerukan tiga seruan yang disampaikan dalam aksi tersebut bahwa pihaknya menolak keputusan Bawaslu Pusat yang meloloskan OSO dalam kontestasi DPD RI.

Meminta KPU Pusat untuk tetap mencoret OSO sebagai caleg DPD bermasalah karena yang bersangkutan masih sebagai pemgurus partai politik.

Menyerukan kepada segenap komponen bangsa khususnya penyelenggara Pemilu untuk tetap menjaga marwah DPD sebagai representasi masyarakat/wakil-wakil dari masing-masing daerah. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved