Gunungkidul

Polres Gunungkidul dan Kodim 0730 Gunungkidul Gelar Apel Persiapan Pengamanan Pemilu

Polres Gunungkidul siap menindak peserta kampanye yang melanggar tata tertib lalu lintas.

Polres Gunungkidul dan Kodim 0730 Gunungkidul Gelar Apel Persiapan Pengamanan Pemilu
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Kapolres Gunungkidul dan Dandim 0730 saat melakukan gelar pasukan di alun-alun Wonosari dalam rangka mempersiapkan pengamanan pemilu 2019. Kamis (10/1/2019). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kampanye terbuka segera dimulai.

Polres Gunungkidul siap menindak peserta kampanye yang melanggar tata tertib lalu lintas.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan pelanggaran tata tertib lalu lintas yang akan ditindak dengan tilang adalah pelanggaran tidak menggunakan helm dan menggunakan knalpot blombongan.

"Selain melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar tata tertib lalu lintas kami juga fokus dalam mengamankan kampanye terbuka. Kami telah menyiapkan 745 personil untuk mengamankan kampanye, diluar itu juga disiagakan 1.188 personil," katanya.

Baca: Ular Piton Ukuran Jumbo Lilit Ibu dan Anak di Gunungkidul, Keduanya Sempat Kewalahan Saat Adu Kuat

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk dalam hal ini organisasi masyarkat (ormas).

Pihaknya menegaskan dalam gelaran pemilu 2019 kepolisian dan TNI akan bersifat netral.

Ia mengimbau kepada anggota kepolisian agar saat berfoto tidak menunjukan pose yang mendukung satu diantara calon presiden.

"Untuk foto jika mau pose kami sudah ada salam komando, kalau mau pose gunakan salam komando," ucapnya.

Sementara itu Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol inf Muhammad Taufik menambahkan pihaknya akan turut serta dalam mengamankan pesta demokrasi tersebut, dan telah menyiapkan personilnya.

Baca: Unik! Ada Sapi Berkaki Dua di Gunungkidul

"Kami telah menyiapkan personil sebanyak 282 yang akan membantu pengamanan, selain itu personil yang ada di markas kodim siap sewaktu-waktu jika dibutuhkan," katanya.

Ia juga menegaskan pihaknya akan menjaga netralitas TNI, menurutnya netralitas adalah harga mati.

"Tidak ada politik praktis di jajaran kami," tegasnya.

Terpisah, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatkan kampanye terbuka akan dilakukan pada tanggal (24/3/2019) hingga (13/4/2019), pihaknya akan terus berkoordinasi dengan partai politik dalam penyusunan jadwal kampanye.

"Kami mengimbau kepada parpol peserta Pemilu 2019 agar mempersiapkan jadwal rapat umum dengan mengacu jadwal dari tim pelaksana kampanye pusat dan provinsi," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved