Kota Yogyakarta

Jawab Kebutuhan Masyarakat, Dua Perpustakaan Kota Yogyakarta Buka 20 Jam

Dia menerangkan, jika selama beberapa hari dibuka, kebanyakan yang datang adalah mahasiswa.

Jawab Kebutuhan Masyarakat, Dua Perpustakaan Kota Yogyakarta Buka 20 Jam
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Ilustrasi: Petugas siap menyambut masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan Kota Yogyakarta, Rabu (5/9/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan literasi, mulai Januari 2019, dua Perpustakaan di kota Yogyakarta resmi buka selama 20 jam mulai dari 08.00-04.00 WIB

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko menerangkan untuk Perpustakaan Pusat Yogyakarta yang ada di Kotabaru, pada 2 Januari 2019 resmi dibuka 20 jam.

Sedangkan Perpustakaan Pevita yang berada di jalan Mayjen Sutoyo sudah dibuka 20 jam sejak November 2018.

Wahyu menerangkan, tujuan dibukanya kedua perpustakaan ini selama 20 jam yakni untuk memberikan alternatif kepada masyarakat yang masih membutuhkan pemenuhan kebutuhan literasi di jam tertentu.

Baca: Dua Perpustakaan Sudah Beroperasi 20 Jam

"Kalau ada masyarakat atau sekelompok mahasiswa yang harus mengerjakan tugas sempatnya baru jam 23.00 atau 00.00 berarti harus ke warnet. Nah kenapa Pemerintah yang sudah mempunyai sarana, prasarana serta SDM tidak memberikan hal tersebut kepada masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Wahyu menerangkan jika Kota Yogyakarta yang sudah diberi predikat kota pelajar, harus mampu memiliki atmosfer pendidikan di setiap waktu.

"Mengingat kita sendiri yang berpredikat kota pendidikan ya kita ambil kesempatan itu, yang mana masyarakat yang membutuhkan kebutuhan tertentu di jam tertentu bisa kita fasilitasi," terangnya.

Wahyu mengatakan, jika proses peminjaman buku bisa dilayani sampai pukul 00.00 WIB, sedangkan jika ingin membaca koleksi bisa dilakukan sampai pukul 04.00 WIB.

Baca: BPAD DIY Gencarkan Pembinaan terhadap Perpustakaan

Dia menerangkan, jika selama beberapa hari dibuka, kebanyakan yang datang adalah mahasiswa.

"Kebanyakan yang datang mahasiswa, seperti prediksi kami sebelumnya. Yang ingin layanan cepat tidak perlu ke warnet, yang ingin mengerjakan tugas kelompok dengan aman tanpa takut gangguan apapun, karena ditemani satpam dan cleaning servis, itu bukti adanya kehadiran Pemerintah kota Yogyakarta khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan," terangnya.

Selain itu, Wahyu mengatakan jika dalam waktu dekat pihaknya berencana membuat dua perpustakaan lagu di kota sisi barat dan timur.

Baca: Hari Ini 90 Tahun Komik Tintin Diterbitkan : Dari Kisah Wartawan Berjambul hingga Politik Dunia

Dia berharap, dengan adanya Perpustakaan selalu ada di tengah masyarakat, bisa membuat Yogyakarta berdaya saing tinggi.

"Kami perangkat daerah harus benar-benar menyengkuyung di kota Yogyakarta. Kami harus turut menciptakan atmosfer kota Yogyakarta, dengan predikat kota pelajar, tidak hanya hari kerja dan jam kerja saja. Untuk dua Perpustakaan lagi kita sedang melakukan pemilihan tempat dan bentuknya seperti apa. Kajian masih terus, tetapi doakan semoga segera dibuka," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved