Superball

Satgas Anti Mafia Bola Jenguk Krisna Adi, Penyerang PS Mojokerto Putra yang Dihukum Seumur Hidup

Wakil Tim Satgas Anti Mafia bola menyebut, kehadirannya di kediaman Krisna Adi sebatas mengetahui kondisinya pascamengalami kecelakaan sepeda motor.

Satgas Anti Mafia Bola Jenguk Krisna Adi, Penyerang PS Mojokerto Putra yang Dihukum Seumur Hidup
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Rombongan dipimpin Wakil Tim Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti sampai dikediaman Krisna di Gamping, Sleman, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM- Satgas antimafia bola menyambangi kediaman penyerang PS Mojokerto Putra, Krisna Adi, yang dijatuhi sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI larangan bermain sepak bola seumur hidup di Gamping, Sleman, Rabu (9/1/2019).

Rombongan yang dipimpin Wakil Tim Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti sampai di kediaman Krisna sekira pukul 13.10 WIB dan langsung disambut Johan Arga, kakak Krisna Adi.

Dari pantauan Tribunjogja.com, Brigjen Pol Krishna Murti beserta rombongan lantas melakukan perbincangan secara tertutup sekira 20 menit.

Baca: Musim Liburan, Pengelola Puri Mataram Optimis Target 50 Ribu Pengunjung Tercapai

"Saya nengok mas Krisna, liat kesehatannya beliau. Info awal yang kami dengar Desember lalu mengalami kecelakaan parah, sekarang sudah bisa bicara dan sedikit-sedikit mengingat peristiwanya. Intinya kami masih bekerja ke segala arah untuk mengungkap apa yang terjadi terkait pengaturan skor di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, untuk memperbaiki sepak bola Indonesia," ungkap Krishna Murti kepada awak media, Rabu (9/1/2019).

Wakil Tim Satgas Anti Mafia bola tersebut menegaskan kehadirannya di kediaman Krisna Adi sebatas mengetahui kondisi penyerang PS Mojokerto Putra tersebut pascamengalami kecelakaan sepeda motor, Desember 2018 lalu.

"Saya atas nama Satgas hadir untuk nengok Krisna Adi, bukan menggali informasi tapi melihat kondisinya. Kalau cukup sehat kita bisa mintai keterangan, kalau belum sehat ya kita tunggu sampai sehat. Tapi kita tidak berhenti di keterangan satu dua orang, tapi banyak sumber," tegas Krishna.

Baca: Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Cara Kerja Mafia Bola Dalam Menyuap Wasit

"Kalau dalam berita acara ada pertanyaan awal apakah saudara dalam kondisi sehat? Nah kondisi yang bersangkutan tidak dalam kondisi sehat untuk dimintai keterangan secara verbal formal, tapi saya sudah bisa menangkap gambaran kecilnya seperti apa," imbuhnya.

Krishna Murti berharap kondisi penyerang PS Mojokerto Putra tersebut dapat segera pulih.

"Ini kan ngobrol, yang penting dia sehat dulu. Nanti ngobrol lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Krisna Adi Darma dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup pada kompetisi sepak bola resmi PSSI.

Baca: BREAKING NEWS : Satgas Anti Mafia Bola Sambangi Kediaman Krisna Adi

Sanksi ini dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI lantaran Krisna terbukti terlibat dalam kasus pengaturan skor pada pertandingan Aceh United vs PS Mojokerto Putra yang berlangsung Senin (19/11/2018) lalu.

Usai dijatuhi sanksi, eks penyerang Persiba Bantul U-21 dan PSIM Yogyakarta tersebut terlibat insiden kecelakaan sepeda motor dan harus menjalani operasi tempurung kepala di RS Sardjito, beberapa waktu lalu.

Selain Krisna, PS Mojokerto Putra juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI.

PSMP dihukum tak boleh berpartisipasi pada Liga 2 2019 karena terbukti melakukan pengaturan skor dalam empat pertandingan Liga 2 2018. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved