Yogyakarta

Kriminalitas Jalanan di Yogyakarta Marak, Elemen 9119 Minta Perda Khusus

Gerakan 9119 merekomendasikan Pemda DIY untuk membuat Perda khusus untuk aksi kriminal jalanan, khususnya bagi pelaku di bawah umur.

Kriminalitas Jalanan di Yogyakarta Marak, Elemen 9119 Minta Perda Khusus
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kriminalitas Jalanan di Yogyakarta Marak, Elemen 9119 Minta Perda Khusus 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah elemen masyarakat Yogya dalam gerakan 9119 merekomendasikan pemerintah provinsi DIY untuk membuat peraturan daerah (Perda) khusus untuk aksi kriminal jalanan, khususnya bagi pelaku di bawah umur.

Selain itu, mereka juga meminta aparat menindak tegas pelaku kriminal jalanan yang juga dikenal dengan klitih ini.

Koordinator aksi damai 9119, Suryoaji menjelaskan, Perda tersebut direkomendasikan untuk dibuat agar pelaku kriminal jalanan itu menjadi jera.

Baca: Musim Liburan, Pengelola Puri Mataram Optimis Target 50 Ribu Pengunjung Tercapai

Hal ini karena hukum bisa ditegakkan dan tidak berbenturan dengan beberapa undang-undang yang ada.

“Kami berharap dengan adanya payung hukum ini membuat pelaku bisa diproses hukum karena tidak sesuai dengan adat, budaya dan keistimewaan Yogyakarta,” ujar Aji saat ditemui Tribunjogja.com usai beraudiensi dengan perwakilan Pemprov DIY, Rabu (9/1/2019).

Aji menjelaskan, untuk menjerat anak di bawah umur yang melakukan kejahatan jalanan selalu dibenturkan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Selain itu, para pelaku ini akhirnya dibebaskan dan berpotensi melakukan kejahatan serupa.

Baca: Pelaku Klitih Kebanyakan Putus Sekolah, Polda DIY Minta Warga Monitor Perilaku Nakal Mereka

Selain produk hukum, Aji juga berharap pemerintah mengefektifkan kembali program “Jam Belajar Masyarakat” dan meningkatkan peran serta orangtua dalam pengawasan putrinya.

Selain itu, pihaknya memberikan peran serta akif elemen masyarakat baik pengguna sosial media, ormas, relawan dalam membantu penanganan tindakan yang bersifat kriminalitas atau membuat ketidaknyamanan masyarakat.

Dari pantauan Tribunjogja.com, aksi 9119 itu diikuti oleh sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen, mulai dari ojek online, pegiat sosial media Ikatan Cegatan Jogja (ICJ), dan masyarakat lainnya.

Baca: Lakukan Aksi Klitih Lima Kali dalam Waktu Semalam, Empat Pemuda di Sleman Diciduk Polisi

Mereka berjalan kaki dari alun-alun utara menuju ke Gedung Kepatihan.

Dalam kesempatan itu, Aji juga membacakan tiga tuntutan dalam pernyataan sikapnya yakni meminta pemerintah segera melakukan tindakan tegas untuk pelaku kriminal jalanan dan menimbulkan efek jera.

Selain itu, memberikan sanksi sosial serta penegakan hukum yang jelas dan bersifat transparan dalam penanganan aksi ini.

“Kami juga berharap suasana Yogyakarta menjadi aman dan damai,” ulasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved