Gunungkidul

Kasus Dugaan KDRT Terjadi di Semanu, Pelaku dan Korban Terluka

Ia bersama warga lainnya membawa korban ke RSUD Wonosari, lantaran klinik tidak mampu mengobati luka korban yang cukup dalam.

Kasus Dugaan KDRT Terjadi di Semanu, Pelaku dan Korban Terluka
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Suasana RSUD Wonosari saat pihak kepolisian mendatangi Rumah sakit tersebut. Tetangga pengantar korban mngerumuni SPKT Polsek semanu sugiyanta, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berujung cekcok dan penusukan terjadi di Jetis, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul pada Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban bernama Siti As Adah Damayanti.

Pelaku sendiri merupakan suami korban bernama Widianto.

Tetangga korban Wahono, mengatakan dirinya mendengar teriakan meminta tolong, saat itu dirinya berada di ladang yang jaraknya lumayan jauh dari sumber suara teriakan.

Ia bergegas lari menuju sumber suara, namun saat sesampainya di sumber suara dirinya tak menemukan korban.

Baca: Kasus Pembunuhan Berantai Terungkap Setelah 42 Tahun, Pelakunya Telah Berusia 72 Tahun

"Sesampainya di tempat kejadian ternyata korban sudah sampai ke klinik dan saya langsung menuju klinik, lalu saya menuju klinik korban saat itu masih sadar dengan luka di bagian leher, pipi, dan lengan bagian kanan," katanya, Rabu (9/1/2019).

Ia bersama warga lainnya membawa korban ke RSUD Wonosari, lantaran klinik tidak mampu mengobati luka korban yang cukup dalam.

Sementara itu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Semanu, Aipda Sugiyanto mengatakan, pihaknya mendengar laporan terjadi keributan yang disebabkan orang mengamuk, setelah pihaknya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata yang terjadi adalah dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca: Jaksa Saudi Tuntut Mati Lima Tersangka Pembunuhan Jamal Khasoggi

"Setelah sampai TKP ternyata sang istri telah dilarikan ke RSUD Wonosari, dan pelaku diamankan ke satu diantara rumah warga. Kami mendatangi pelaku dan kita bujuk untuk ke rumah sakit Pelita Husada karena pelaku juga mengalami luka," ujarnya.

Menurutnya pelaku juga mengalami luka di lima bagian tubuhnya, pelaku tidak merasakan rasa sakit.

Setelah dibawa rumah sakit barulah diketahui adanya luka di lima bagian.

"Untuk langkah hukum berikutnya kami akan periksa lebih lanjut kondisi pelaku. Apakah waktu kejadian mengalami depresi atau gangguan jiwa tidak, jika iya maka tidak bisa diproses secara hukum. Pelaku sendiri saat ini di rumah sakit Pelita Husada dengan penjagaan petugas," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved