Soccer Style

Johan Arga: Butuh Kerja Keras untuk Berantas Mafia Bola

Karena itu, sebagai mantan pemain yang kini telah memutuskan pensiun, sedikit banyak ia mengetahui polemik ini.

Johan Arga: Butuh Kerja Keras untuk Berantas Mafia Bola
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Rombongan dipimpin Wakil Tim Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti sampai dikediaman Krisna di Gamping, Sleman, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Skandal pengaturan skor yang terjadi di sejumlah pertandingan sepakbola nasional mulai terbongkar seiring berjalannya waktu.

Terang saja, hal ini mendapat banyak tanggapan dari kalangan pemain yang mencari nafkah lewat olahraga paling populer tersebut.

Salah satunya Johan Arga, pemain yang cukup lama malang melintang di pesepakbolaan DIY, baik bersama PSIM Yogyakarta, maupun PSS Sleman.

Karena itu, sebagai mantan pemain yang kini telah memutuskan pensiun, sedikit banyak ia mengetahui polemik ini.

Johan sendiri tak lain merupakan kakak kandung dari Krisna Adi Darma, mantan pemain PS Mojokerto Putra yang dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, karena disinyalir ikut terlibat dalam skandal pengaturan skor.

Baca: Satgas Anti Mafia Bola Sambangi Kediaman Krisna Adi

Akan tetapi, meski tidak secara gamblang, pemain kelahiran 28 tahun silam tersebut menuturkan bahwa Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk oleh Mabes Polri untuk menangani lingkaran hitam pesepakbolaan Indonesia itu, harus bekerja ekstra keras.

"Mafia bola sangat susah dihilangkan. Jadi, yang pasti, harus kerja keras untuk mengungkap dan memberantasnya," katanya, Rabu (9/1/2019).

Menurut pemain yang mengakhiri karir bersama Laskar Mataram usai Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016 silam tersebut, dibutuhkan sinergi nan solid dari semua kalangan yang berkecimpung di sepakbola, untuk memutus rantai match fixing di Indonesia.

"Ya, harus bersinergi dengan semua elemen, baik pemain, pealatih, semuanya. Jadi, harus kompak semua elemen, untuk memberantas mafia bola ini," tuturnya.

Baca: Bongkar Kasus Pengaturan Skor, Satgas Anti Mafia Bola Dalami Keterlibatan Wasit

Akan tetapi, pemain yang dulunya fasih bermain di posisi striker, maupun winger itu mengaku sama sekali belum pernah terlibat dalam match fixing.

Bahkan, imbuhnya, sekadar mendapat tawaran untuk mengatur hasil sebuah laga pun ia belum pernah.

"Alhamdulillah belum. Dari awal saya main bola, sampai pensiun, saya tidak pernah tahu menahu soal itu," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved