Sleman

Bawaslu Sleman : 4.377 Bendera Parpol Langgar Kesepakatan Pemasangan

Bawaslu Sleman mengimbau partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 untuk melakukan penertiban atribut secara mandiri.

Bawaslu Sleman : 4.377 Bendera Parpol Langgar Kesepakatan Pemasangan
internet
Logo Bawaslu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman mengimbau partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 untuk melakukan penertiban atribut secara mandiri.

Pasalnya, Bawaslu menemukan ada ribuan bendera parpol yang pemasangannya dianggap melanggar kesepakatan.

"Berdasarkan hasil pengawasan kami, ada 4377 bendera yang pemasangannya melanggar kesepakatan," kata Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (09/01/2019).

Baca: Musim Liburan, Pengelola Puri Mataram Optimis Target 50 Ribu Pengunjung Tercapai

Karim menyebut ada enam parpol yang benderanya perlu ditertibkan, yaitu PDI-P (1419 bendera), Golkar (751 bendera), PPP (527 bendera), PKS (404 bendera), PBB (309 bendera), dan PAN (223 bendera).

Lebih lanjut, dari 17 kecamatan di Sleman, 7 di antaranya menjadi lokasi dengan pemasangan bendera yang melanggar kesepakatan terbanyak.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Sleman Arjuna Siregar mengakui pemasangan bendera parpol tidak diatur secara detail dalam PKPU 23/2018.

Baca: Mobil Dinas Disita Bawaslu Sleman, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul : Rasah Dipikir Abot-abot

"Itu sebabnya dibuat kesepakatan bersama antara Bawaslu dan peserta pemilu pada 13 November 2018," jelas Arjuna.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, bendera tidak boleh dipasang di traffic light, fasilitas pemerintah, rumah ibadah, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat pendidikan.

"Termasuk dilarang dipasang di jembatan layang atau fly over," kata Arjuna.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved