Kota Yogya

Pascakebakaran Kios di Parkir Senopati, Pedagang Optimis Bangkit Lagi

Ppara pedagang sudah berkomitmen saling menguatkan untuk bisa bangkit kembali.

Pascakebakaran Kios di Parkir Senopati, Pedagang Optimis Bangkit Lagi
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Kondisi terkini lokasi kebakaran di Kompleks Parkir Senopati depan KPP Pratama Yogyakarta atau seberang Taman Pintar Yogyakarta. Hanguskan 37 Los dan dua Unit kendaraan bermotor. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak pukul 08.00 WIB pada Selasa (8/1/2019), para pedagang di Area Parkir Senopati sudah mulai membersihkan kios-kiosnya yang terbakar diduga akibat korseleting listrik pada Minggu (6/1/2019) malam.

Wagimin (51), seorang pedagang yang berjualan sejak 2006 sekaligus Wakil Ketua Pedagang Kaki Lima di Area Parkir Senopati, mengatakan jika dirinya bersama dengan pedagang-pedagang lain sudah mengikhlaskan kiosnya yang terbakar.

Dia menceritakan jika para pedagang sudah berkomitmen saling menguatkan untuk bisa bangkit kembali.

"Sudah sejak pagi kita bersih-bersih. Garis polisi sudah dilepas paska kita tanda tangan tidak ada tuntutan akibat musibah ini. Kita di sini optimis akan bangkit kembali, kita akan sama-sama memulai dari awal dengan keadaan seadanya," jelasnya pada Tribunjogja.com.

Baca: Musim Liburan, Pengelola Puri Mataram Optimis Target 50 Ribu Pengunjung Tercapai

Wagimin yang berjualan berbagai minuman ini mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta akibat kejadian tersebut, dimana dagangannya sedang penuh-penuhnya saat kebakaran terjadi.

Dia menerangkan ketika dagangannya laris, dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 200 ribu dalam satu hari.

Karena jualan di Area Parkir Senopati adalah satu-satunya tempatnya menggantungkan hidup, maka pada Rabu (9/1/2019) dia sudah mulai berjualan lagi dengan peralatan seadanya.

Baca: Wali Kota Yogyakarta Masih Cermati Rencana Bantuan untuk Korban Kebakaran Kios TKP Senopati

"Saya dulu rela meninggalkan pekerjaan saya untuk bisa menekuni jualan di sini. Ya memang ini satu-satunya sumber penghidupan kami. Kalau anak saya ada tiga, yang satu sudah lulus kuliah. Besok saya akan mulai jualan lagi seadanya. Karena memang tidak ada lagi pemasukan selain disini," jelasnya.

Mengenai perbaikan, Wagimin mengaku belum memikirkan hal tersebut.

Dia juga tidak yakin dari pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para pedagang.

"Ini terjadinya di musim liburan, dimana barang dagangan sedang penuh. Kita pasrah sama Pemerintah, kalau mau memberikan bantuan Alhamdulillah, kalau tidak ya kita akan tetap kembali berdagang dengan seadanya dan sedikit demi sedikit," jelasnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved