Kota Magelang

Masalah Pemagaran Taman Kyai Langgeng, Pemkot Magelang Beri Solusi Akses Warga

Sesuai hasil musyawarah antara warga, pihak pengelola Taman Kyai Langgeng, warga tetap dapat masuk melalui pintu depan taman dengan menggunakan KTP.

Masalah Pemagaran Taman Kyai Langgeng, Pemkot Magelang Beri Solusi Akses Warga
IST
Pemerintah Kota Magelang menjelaskan solusi yang telah dilaksanakan terhadap masalah akses warga RW 9 Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah paska pembangunan pagar oleh Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng di depan perwakilan GPK Aliansi Kota Magelang, Senin (7/1/2019) di Kantor Walikota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang telah memberikan solusi terhadap masalah akses warga RW 9 Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah paska pembangunan pagar oleh Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng.

Sesuai hasil musyawarah antara warga, pihak pengelola Taman Kyai Langgeng, warga tetap dapat masuk melalui pintu depan taman dengan menggunakan KTP.

Asisten 1 Setda Kota Magelang, Muji Rochman, mengatakan, solusi tersebut menjadi jalan tengah atas permasalahan pemagaran yang dilakukan oleh PDOW Taman Kyai Langgeng untuk pengembangan taman.

Jalan keluar tersebut adalah mufakat yang telah disetujui baik oleh warga Kelurahan Cacaban dan PDOW Taman Kyai Langgeng.

Baca: Soal Pemagaran Lingkungan Warga oleh Taman Kyai Langgeng, DPRD Tuntut Solusi dari Pengelola

"Kami tidak ada niat untuk memisahkan warga Kelurahan Cacaban dengan TKL. Pembangunan tembok tersebut bukan berniat untuk memisahkan. Silahkan warga Cacaban, cukup membawa KTP dan masuk melalui pintu depan," kata Muji, Senin (7/1/2019) saat audiensi terkait permasalahan tembok dengan GPK Aliansi Kota Magelang di Kantor Walikota Magelang.

Muji mengatakan, sebelumnya telah diadakan pertemuan antara warga Cacaban dengan PDOW TKL di Kelurahan Cacaban, meski belum menghasilkan solusi.

Kemudian pertemuan selanjutnya diadakan pada tanggal 3 Desember 2018 lalu di Taman Kyai Langgeng, RW09 diwakili oleh tokoh masyarakat, warga dan ketua RW setempat.

"Hasil musyawarah yang dilakukan adalah solusi bagi warga Cacaban yang ingin mengakses masuk TKL dapat melalui pintu depan menggunakan kartu identitas berupa KTP yang sesuai domisili, yakni Kelurahan Cacaban," katanya.

Muji mengatakan, pembangunan pagar atau tembok beton tersebut semata-mata bukan berniat untuk memisahkan warga, tetapi untuk kepentingan pembangunan dan pengembangan TKL sebagai obyek wisata andalan dari Kota Magelang.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved