Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Terus Mengalami Penurunan, Namun Masih Tinggi

Angka Kematian Ibu di Indonesia Terus Mengalami Penurunan, Namun Masih Tinggi

Angka Kematian Ibu di Indonesia Terus Mengalami Penurunan, Namun Masih Tinggi
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama Sekolah Vokasi Prodi Kebidanan menyelenggarakan The 3rd Winter Course 2019. Kegiatan kali ini mengusung tema Women's Health and Wellness.

Tema dipilih karena Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator yang mampu menggambarkan kesejahteraan masyarakat suatau negara.

Sedangkan di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI melaporkan telah terjadi penurunan jumlah kasus kematian ibu.

Di tahun 2015 terdapat 4.999 kasus, di tahun 2016 menurun sedikit menjadi 4.912 kasus sedangkan di tahun 2017 mengalami penurunan tajam sebanyak 1.712 kasus AKI.

Baca: Penyelesaian Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UGM, ORI Lakukan Koordinasi dengan Polda DIY

Pakar Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Detty S Nurdiati memaparkan meski mengalami penurunan, namun jumlah AKI di Indonesia masih tinggi.

Berdasarkan survei penduduk antar sensus di tahun 2015, masih terdapat 305 AKI per 100 ribu kelahiran. Hal ini berbeda jauh dengan Singapura yang berada 2-3 AKI per 100 ribu kelahiran.

Secara nasional, penyebab AKI paling tinggi adalah pendarahan. Namun di Yogyakarta penyebab paling tinggi justru karena penyakit jantung, preeklampsia kemudian disusul pendarahan.

"Untuk terus menekan angka AKI, ini bukan tugas tenaga kesehatan saja tapi seluruh komponen masyarakat. Pendekatan yang dilakukan pun tak hanya ke ibu hamil saja, tapi juga harus memperhatikan kesehatan sejak anak, remaja, kehamilan hingga tua," ucapnya. (tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved