Lifestyle

Shisha Lebih Berbahaya dari Rokok?

British Heart Foundation mengklaim paparan zat beracun karena menghisap shisha sama halnya dengan kita menghisap 100 batang rokok.

Shisha Lebih Berbahaya dari Rokok?
Shutterstock
Mengisap shisha. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di kalangan pecinta gaya hidup "menghisap," selain merokok tembakau yang umum kita jumpai, shisha juga populer.

Shisha merupakan alternatif merokok dengan menggunakan tembakau yang dicampur gula buah atau tetes tebu dan dihirup melalui selang atau tabung.

Namun, riset menemukan satu sesi hisapan shisha ternyata memilik efek negatif yang serupa dengan menghisap satu bungkus rokok.

Periset juga menemukan, mengonsumsi shisha secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terhadap diabetes dan obesitas.

Riset ini dilakukan oleh peneliti dari Brighton and Sussex Medical School untuk menyelidiki efek buruk penggunaan shisha.

Baca: Lama Tak Terdengar Kabar, Video Baim Alkatiri Sedang Menghisap Shisha Justru Beredar Viral

Hasil riset menunjukkan, menghisap shisha ternyata lebih berisiko pada kenaikan berat badan dan diabetes tipe dua daripada mereka yang sama sekali tak merokok.

Riset dilakukan dengan meneliti peserta dari Iran.

Mereka diminta untuk mengisi kuesioner guna menganalisis gaya hidup merokok yang mereka miliki, faktor risiko kardiovaskular, kecemasan, dan depresi.

Periset juga mengukur biokimia peserta yang dianalisis dengan mengambil tes darah.

Dari 9.840 peserta yang terlibat, peneliti menemukan 6.742 orang bukan perokok, 976 orang merupakan mantan perokok, 864 orang adalah perokok, 1.067 perokok shisha dan 41 orang mengonsumsi rokok dan shisha.

Baca: Tembakau Gorila Mulai Diedarkan Dalam Bentuk Rokok, Berikut Ciri-cirinya

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved