Jawa

Bawaslu Kabupaten Magelang Ungkap Empat Kasus Pelanggaran Pidana Pemilu

Bawaslu pun langsung melakukan penyelidikan dan kasus ini telah berproses sampai ke Gakkumdu.

Bawaslu Kabupaten Magelang Ungkap Empat Kasus Pelanggaran Pidana Pemilu
IST
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh (tengah) bersama empat anggota komisioner Bawaslu Kabupaten Magelang, saat jumpa pers rilis hasil pengawasan di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, Kamis (3/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang mengungkap empat kasus pelanggaran pemilu selama masa pencalonan dan masa kampanye Pemilu 2019 kemarin ini.

Pelanggaran yang mengarah ke pidana, mulai dari pemalsuan dokumen, penggunaan fasilitas pemerintah untuk kampanye, reses yang ditumpangi kampanye, sampai Kepala Desa tak netral.

"Kami menemukan satu kasus pelanggaran pada masa pencalonan dan 3 kasus pelanggaran selama masa kampanye ini di Kabupaten Magelang. Terbanyak adalah dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu," ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, Kamis (3/1/2019) di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang.

Baca: Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Perusakan Makam di Kota Magelang

Kasus pemalsuan dokumen persyaratan pencalonan sebagai bakal calon DPRD Kabupaten/Kota sendiri dilakukan oleh salah seorang perangkat Desa Losari, Kecamatan Pakis, Heri Suyitno.

Heri merupakan bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Magelang dari PDIP.

Heri diduga telah memalsukan surat pengunduran dari Kepala Desa Losari Kecamatan Pakis Titik Nanik Sumarni.

Kasus ini terungkap berdasarkan hasil pengawasan Panwascam Pakis saat melakukan pencermatan DCS DPRD Kabupaten Magelang.

Kasus tersebut ditangani Bawaslu Kabupaten Magelang dan sampai berproses Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Setelah menerima laporan Panwascam, Bawaslu melakukan pemeriksaan bukti-bukti dan mengklarifikasi terduga dan para saksi. Namun kasus berhenti di pembahasan kedua Gakkumdu. Kasus ini tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan karena kurangnya alat bukti,” jelas Fauzan.

Baca: Bawaslu Larang Caleg Kampanye di Gereja saat Natal

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved