Bisnis

Bahana TCW Sebut Sentimen Eksternal Tetap Pengaruhi Ekonomi Indonesia di 2019

Para pelaku pasar memprediksi bahwa kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2019 akan lebih membaik di banding tahun sebelumnya.

Bahana TCW Sebut Sentimen Eksternal Tetap Pengaruhi Ekonomi Indonesia di 2019
Intisari
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Para pelaku pasar memprediksi bahwa, kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2019 akan lebih membaik di banding tahun sebelumnya meskipun kondisi ekonomi global tetap menantang.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat menyatakan, situasi ekonomi dan geopolitik global akan lebih mendukung kembalinya arus modal asing masuk ke dalam negeri, sehingga akan memengaruhi penguatan ekonomi Indonesia.

Berbagai sentimen eksternal, seperti situasi politik di Amerika Serikat setelah kemenangan partai Demokrat dalam pemilihan sela di 2018, akan menjadi penyeimbang kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.

Menurutnya, penguatan dollar AS sepanjang 2018 justru cenderung meningkatkan defisit perdagangan AS terhadap Cina.

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

Di samping itu, tensi perang dagang AS dengan Cina tampaknya lebih melonggar dengan adanya gencatan senjata dan tekanan politik dalam negeri yang dialami Presiden Trump.

“Setelah kekalahan politik presiden Trump, Cina tak perlu tergesa-gesa bernegosiasi. Kompromi tampaknya bisa tercapai karena kedua belah pihak sama-sama saling membutuhkan dari sisi ekonomi,” ungkap Budi, dalam keterangan resmi yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (3/1/2019).

Budi berpandangan, pada sisi ekonomi Cina, neraca berjalan raksasa ekonomi Asia terbesar itu diduga akan menoreh angka negatif untuk pertama kali pada 2019 ini.

Hal ini berisiko akan memicu melemahnya mata uang Yuan Cina.

Adapun, investor global menduga kondisi perekonomian AS telah melewati puncaknya dan mulai melambat walau tetap terbilang kuat.

Baca: Ekonomi Singapura di Bawah Ekspektasi, Pertumbuhan Kuartal IV hanya 2,2 Persen

Sementara, kebijakan bank sentral The Federal Reserve diproyeksi akan tetap memperketat likuiditas meski tak sekencang tahun 2018.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved